22412516JAKARTA, Today— PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. membidik pertumbuhan pendapatan berbasis komisi (fee based income) dari jaringan elektronik di atas 20% pada 2017. Jaringan mobile banking bakal dimaksimalkan untuk menyumbang pendapatan dari e-channel.

SVP Digital Banking and Financial Inclusion Bank Mandiri Rahmat Broto Triaji mengatakan jaringan mobile banking bakal menjadi andalan perseroan karena memiliki pertumbuhan yang tinggi dibandingkan jaringan elekronik lainnya, seperti mesin ATM dan electronic data captured (EDC).

“Masyarakat sekarang kan kebanyakan semakin familiar menggunakan mobile daripada internet. Jadi, untuk tahun ini inginnya lebih ditingkatkan user, fitur-fiturdan user interface supaya masyarakat enggak pakai kartu ATM saja,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/1).

Rahmat menyatakan pertumbuhan transaksi melalui mobile banking milik perseroan bisa mencapai 60% hingga 70% dalam satu tahun. Sedangkan transaksi melalui ATM stagnan di level 15% secara tahunan. Lebih lanjut, pembaharuan user experience untuk mobile dan internet banking ditargetkan bisa rampung pada awal atau pertengahan bulan depan.

“Nanti bisa single akses untuk mobile dan internet banking,” kata Rahmat.

Adapun, untuk tahun ini, emiten dengan kode saham BMRI tersebut memproyeksi pendapatan berbasis komisi yang berasal dari jaringan elektronik bisa berada di kisaran Rp2,6 triliun hingga Rp3 triliun.

Sepanjang kuartal III/2016, nilai fee based income di luar kredit Bank Mandiri senilai Rp5,03 triliun. Sedangkan dari awal tahun hingga September 2016 nilai pendapatan di luar bunga perseroan senilai Rp14,22 triliun atau naik 8,1% secara tahunan dari Rp13,15 triliun.(net)