BNN Gandeng IPB Berangus Blue Safir

Petugas merapikan sampel urine Perwira Menengah (Pamen) TNI Kodam VII Wirabuana saati tes narkoba berupa pengambilan darah, rambut dan urine di aula mini Lapangan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (8/4). Tes narkoba tersebut dilakukan pasca tertangkapnya dua oknum TNI berpangkat Perwira Menengah yang dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis Blue Safir di hotel D' Maleo Makassar pada Selasa (5/4) malam. ANTARA FOTO/Darwin Fatiir/foc/16.

CAWANG TODAY- Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan narkotika jenis 4-klorometkatinon atau 4-CMC sebanyak 49 liter. Pemusnahan narkoba yang dikenal dengan nama Blue Safir itu dilakukan di balai penelitian Institute Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Budi Waseso mengatakan peredaran narkoba jenis 4-CMC beredar dalam bentuk cair berwarna biru. Karena berbentuk cairan, narkoba tersebut tidak dapat dimusnahkan menggunakan mesin Inkubator. “Nanti ada bahan kimia yang menetralisir dia (Blue Safir) itu dicampur, kita tidak punya. Nanti kita bawa ke Cileungsi, Bogor di balai penelitian sana itu dia punya alat untuk menetralisir,” ujar Pria yang akrab disapa Buwas, di Kantornya, Jl MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (22/2/2017).

BACA JUGA :  Wabup Jaro Ade Apresiasi Bogor Hujan Trail Dorong Sport Tourism dan Penguatan UMKM

Buwas melanjutkan, setelah dinetralisir dengan cairan kimia, unsur katinon atau 4-CMC yang berwarna biru akan berubah warnanya menjadi keruh. Dia mengaku BNN saat ini belum memiliki alat penetralisir tersebut, sehingga saat melakukan pemusnahan pihaknya meminjam laboratorium milik IPB Bogor. “Kita belum memiliki alatnya sehingga kita bawa ke Cileungsi, milik IPB Bogor,” ujarnya.(Yuska Apitya/dtk)

BACA JUGA :  Mata Menonjol Bisa Jadi Tanda Penyakit Tiroid, Kenali Gejala dan Risikonya

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================