unnamed

CIAWI TODAY – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bogor terus melakukan sinergitas diinternal. Salah satunya melakukan rapat kerja penyuluh agama Islam dan sinergritas internal.

Tidak hanya itu, menguatkan jejaring koordinasi antara para penyuluh agama dengan Kementerian Agama, Pemerintah Kecamatan dan Desa serta berbagai pihak lainnya yang memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini mampu menelaah berbagai persolan dan hambatan yang muncul dalam pelaksanaan tugas penyuluh agama serta menghasilkan rumusan rencana dan program kerja tahun 2017, sehingga secara keseluruhan akan mampu meningkatkan kinerja para penyuluh agama dalam membina ukhuwah islamiah dan menguatkan aqidah umat, khususnya di Kabupaten,” kata Bupati Bogor, Nurhayanti saat membuka rapat dalam acara rapaat kerja penyuluhan Kemenag kabupaten Bogor di YPI, Kecamatan Ciawi, Selasa, (7/2/2017).

Penyuluh agama sebagai salah satu faktor penting dalam penguatan sendi moralitas dan spiritual umat. Tentunya memiliki kewajiban dan tanggung jawab yang besar untuk mendukung akselerasi pencapaian visi dan misi Kabupaten Bogor, mengingat penyuluhan agama berorientasi pada terwujudnya kesalehan pribadi  untuk menjadi kesalehan sosial di tengah masyarakat.

“Penyuluh agama dituntut untuk menjadi pengemban syiar dan dakwah serta menjadi motivator masyarakat dalam meningkatkan kualitas kehidupannya dan para penyuluh agama harus memiliki kualitas yang  mumpuni,” kata Nurhayanti.

Bupati berharap, penyuluh agama juga harus memiliki kemampuan yang memadai dalam berbagai bidang kehidupan, agar gerakan dakwahnya terukur, terstruktur dan massif, dengan tetap memberi ruang untuk berbagi peran sekaligus menjadi katalisator bersama stakeholder keagamaan lainnya, seperti lembaga lembaga keagamaan, pondok pesantren, majelis taklim, mesjid dan sekolah berbasis agama.

Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Bogor, Dadang Ramdani menjelaskan, kegiatan rapat kerja penyuluh agama merupakan agenda rutin Kementerian Agama yang diikuti 322 penyuluh agama di Kabupaten Bogor.

“Nantinya para penyuluh ini akan turun langsung kepada masyarakat seperti memberi pengajaran baca tulis alquran, zakat, penyuluhan terhadap bahaya narkoba dan hiv aids, pengetahuan keluarga sakinah dan juga mensosialisikan bahaya aliran sesat dan menyesatkan,” ucap Dadang. (Iman R Hakim /*)