unnfhyytjamed

CIBINONG TODAY – Reaksi kemarahan umat Islam di penjuru Indonesia terhadap fitnah kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin sekaligus Raim Am Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU) oleh tim kuasa hukum beserta Ahok, semakin meletup.

Alhasil, kecaman maupun ajakan berjihad membela ulama pun terus berdatangan dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bogor.

Ketua PMII Kabupaten Bogor Husnul mengaku, sidang kedelapan yang menghadirkan saksi ahli yakni, KH Mar’uf Amin, seolah-olah menjadikan beliau sebagai seorang pesakitan, dan malah difitnah terkait  kunjungan salah satu calon ke kantor PBNU beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Relawan KNPI Bantu Kadin Salurkan Bantuan ke Warga Isoman

“Ini sangat kejam, dan melukai hati umat muslim di tanah air, dia tidak tahu apa selama ini masyarakat Nahdliyin banting tulang hingga mengucurkan darah demi menjaga keberagamaan,” kesal Husnul, Kamis (2/2/2017).

Seluruh anggota maupun kader PMII di Bumi Tegar Beriman tengah melakukan konsolidasi ke semua pesantren di Kabupaten Bogor, sambil menunggu komando dari PBNU, dalam menyikapi kasus penistaan terhadap KH Mar’uf Amin. “Jangankan demonstrasi, kami siap lahir batin bersama santri berjihad membela ulama kami,” tegasnya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN-T IPB 2021 Bantu Pelaksanaan Kegiatan dan Rekap Data Posyandu Desa Jatisari

Sementara itu, salah seorang Ustad Pondok Pesantren Salafi Nurul Iman Rumpin, Badrul Munir mengaku telah berkomunikasi dengan seluruh pondok pesantran di Bogor, dan siap membela ulama jika memang diinstruksikan langsung oleh PBNU. “Kami tunggu intruksi PBNU, apabila harus turun, maka akan turun bersama santri  dan juga anggota PMII,” singkat Munir. (Iman R Hakim)