unnamedmnb

CIAWI TODAY – Untuk mempercepat kepemilikan akte kelahiran, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor sepakat menandatangani Nota Kesepahaman Memorandum of Undestanding (MoU), sekaligus launching akte kelahiran siswa di SMPN 3 Ciawi, Kabupaten Bogor.

Hal ini tentunya kabar gembira bagi warga Kabupaten Bogor usia 0 sampai 18 tahun yang belum memiliki akta kelahiran. Untuk usia tersebut, bisa mengurus pembuatan akta kelahiran melalui sekolah maupun madrasah tempat menimba ilmu. Upaya jemput bola ini dilakukan Disdukcapil dan Disdik Kabupaten Bogor.

Kesbang Rustandi mengatakan, kegiatan pembuatan akte kelahiran siswa ini dapat dilakukan sebaik baiknya dan terintegrasi dengan tepat. Hal penting yang harus dipikirkan orangtua setelah kelahiran anak adalah membuatkan akta lahir bagi anaknya.

“Persoalan ini terkadang sering terlupakan oleh orang tua. Padahal selaku warga negara, kelahiran seorang anak haruslah tercatat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pencatatan ini dilakukan dengan prosedural tertentu dan diarsipkan dalam lembaran yang dikenal dengan nama Akta Kelahiran,” ujar Rustandi, Selasa (7/2/2017).

Orangtua wajib membuat akta kelahiran bagi anak, khususnya yang tinggal jauh dari perkotaan, mengingat akte kelahiran adalah dokumen awal masyarakat. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengapresiasi Disdukcapil dan Disdik Kabupaten Bogor atas inisiasi dengan meluncurkan program tersebut.

“Prosedur Pengurusan akte kelahiran siswa ini cukup sederhana dimana masing-masing instansi tersebut akan menerima blangko dari Disdukcapil dan Disdik Kabupaten Bogor dapat mensosialisasikan pembuatan akta kelahiran melalui guru. Adapun siswa pemohon akta cukup mengisi blangko dan menyerahkan sejumlah dokumen seperti fotokopi surat nikah orang tua, salah satu KTP orang tua dan kartu kelahiran,” imbuhnya diamini Kadisdik Kabupaten Bogor, TB Lutfie Syam. (Iman R Hakim)