CISARUA TODAY – Berbagai kebijakan dikeluarkan pemerintah, salah satunya mengenai aturan main di dunia jurnalis. Wartawan pun dituntun profesional tidak hanya dalam menjalankan kewajibannya sebagai kuli tinta, namun wajib memiliki sertifikasi dan pengakuan yang sah dari dewan pers.

Hal itulah yang mengganggu fikiran wartwan yang tergabung dalam kelompok kerja wartawan dewan (Pokwan). ‎Kompetensi wartawan menjadi salah satu pokok bahasan musyawarah kerja (Muker) Pokwan Kabupaten Bogor, saat melakukan Muker di Cisarua Puncak Bogor. Peningkatan kompetensi dianggap sebuah keharusan yang harus dipenuhi wartawan untuk menjalankan tugas dan fungsinya.

Baca Juga :  Dirut Perumda Tirta Pakuan Kunjungi Lokasi Rencana Pengembangan Jaringan Pipa

“Era keterbukaan saat ini berdampak pada persaingan yang sangat ketat diberbagai bidang, termasuk di dunia jurnalistik. Siapapun yang berhenti mengembangkan diri, dia akan tergilas,” kata‎
Ketua Kelompok Wartawan DPRD Kabupaten Bogor, Aldi Supriyadi saat Muker Pokwan di Cisarua Puncak Bogor pada Minggu 5 Maret 2017 kemarin.‎

Sebagai ketua, Aldi berencana akan memfasilitasi anggotanya untuk mengikuti uji kompetensi wartawan (UKW) dalam waktu dekat. Untuk itu, telah dibentuk panitia kecil yang bertugas mempersiapkan penyelenggadan UKW. “Kami akan berkoordinasi dengan dewan pers dan juga perusahaan media tempat teman-teman bekerja,”  ujar dia.
‎
Selain soal UKW, Musyawarah kerja Pokwab DPRD Kabupaten Bogor juga menyepakati soal sikap proaktif pokwan dalam menghadapi Pilkada Bupati Bogor 2018 mendatang. Menurut Aldi, media massa harus bekerja keras menginformasikan kepada masayarakat soal sosok-sosok yang bertarung di Pilkada tersebut. “Masayarakat harus diberi informasi soal track record bakal calon, supaya mereka memilih karena mengenal dengan baik,” tandasnya. (Iman R Hakim)‎

Baca Juga :  Sejarah Golok Tarisi Jasinga yang Diproduksi Secara Turun Temurun