BOGOR TODAY- Ratusan pengendara ojek online melakukan unjuk rasa di depan Kantor Balai Kota Bogor, Jalan Ir H. Juanda, Rabu (22/3). Unjuk rasa tersebut terkait dengan adanya rencana Pemerintah Kota Bogor yang akan mengatur keberadaan transportasi online di kota hujan tersebut.
 
“Hanya pawai untuk meminta hak perlindungan dan kenyamanan, karena sampai saat ini dari pihak online sering kena gangguan dari kendaraan umum. Mulai dari hari Senin sudah terjadi sweeping angkot kepada ojek online. Ada perusakan, penganiayaan pengendara ojek online juga. Pak Bima (Bima Arya, Wali Kota Bogor) katanya sudah menjamin kalau kondisi sudah aman,” kata Jeki saat ditemui di lokasi.
 
Pantauan di lokasi, para pengendara ojek online tersebut memenuhi halaman Balai Kota. Mereka terlihat sudah tiba di lokasi pada sekitar pukul 17.30 WIB.
 
Sejumlah petugas keamanan nampak berjaga di sekitar kantor. Nampak beberapa di antaranya adalah anggota TNI yang membawa senjata.
 
Sebelum unjuk rasa, para pengendara itu sempat terlibat bentrokan dengan para sopir angkot. Bentrokan itu imbas dari konflik pada hari sebelumnya antara kedua belah pihak. Imbas dari unjuk rasa di balai kota, kemacetan terjadi di sekitar lokasi. Salah satu penyebabnya adalah sejumlah angkot yang melakukan putar balik menjelang Balai Kota. Diduga mereka menghindari adanya kerumunan massa ojek online. Para sopir angkot tersebut putar balik di depan Bogor Trade Mall. Hal tersebut menimbulkan kemacetan hingga sekitar 5 km mencapai Tugu Kujang.(Yuska Apitya)
Baca Juga :  DPRD Kota Bogor Dengar Curhat Warga Selama Reses