SUATU hari, Khalifah Umar bin Khattab berkeliling meninjau wilayah perkampungan. Di tengah perjalanan, Umar melihat seorang budak kecil yang sedang menggembala puluhan kambing. Rupanya Umar ingin menguji kepintaran si penggembala kambing itu.

Umar lalu mendekati budak itu dan mengutarakan niatnya untuk membeli seekor kambing yang digembalanya. Nak, kambingmu saya beli satu ekor, boleh? tanya Umar mengawali perbincangannya.

Baca Juga :  Sejarah Hari Santri Nasional 2021 Bentuk Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama

Anak gembala itu dengan tegas menjawab, Saya ini budak, saya tidak memiliki kewenangan untuk menjual kambing ini. Semua kambing milik majikan saya tuan. Jawaban itu sangat jujur, jauh dari rekayasa.

Mendengan jawaban jujur dari bocah angon tersebut, Sang Khalifah gagah perkasa penasaran. Umar ingi menguji lebih lanjut. Hai bocah, majikanmu tidak akan tahu. Kalau aku beli satu ekor, nanti kamu laporan kepada majikanmu bahwa kambing yang kamu gembala dimakan serigala.

Baca Juga :  Momen Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno Terjebak Kemacetan, Hingga Menggunakan Helm Terbalik

Di luar dugaan Saidina Umar, budak angon itu berkata, Lantas di mana Allah? Majikanku mungkin tidak akan tahu kambingnya hilang seekor, tapi Allah pasti mengetahui apa yang aku lakukan. Umar pun menangis haru, lantas memeluk budak penggembala kambing itu.