Tingkat perceraian di kota – kota besar di Indonesia cenderung meningkat. Ini menurut data media. Karena itu, tema perceraian kian menarik untuk diteliti. Tema ini tampaknya tak akan pernah habis dan tak akan pernah kehilangan enggel sepanjang  pernikahan masih ada di muka bumi ini. Apa sesungguhnya penyebab perceraian itu? Secara sederhana jawabannya adalah perceraian terjadi karena ada pernikahan.

Dalil tentang perceraian sering kali dipertanyakan kesahihannya, terutama hadits yang paling terkenal yaitu: “Sesuatu yang halal namu paling dibenci Allah adalah talak.” Mungkin hadits ini lemah dari sisi mata rantai periwayatan.

Baca Juga :  Pegawai Basarnas Tewas Usai Dibacok Kawanan Begal, Kabasarnas : Kami Mengutuk Keras Atas Perbuatan Keji Pelaku

Dari sisi substansi ada juga yang patut dipertanyakan, apakah mungkin Allah benci pada sesuatu yang halal? Allah pasti tidak suka pada yang haram dan makruh, tapi tidak mungkin tidak suka pada yang halal. Kalau memang talak itu dibenci Allah, mengapa Rasulullah mencerai 3 istrinya. Satu dirujuk lagi, Hafshah binti Umar.

Baca Juga :  Ekspor Tanaman Hias di Kabupaten Bogor Semakin Diminati, Petani Raup Untung 200 Hingga 300 Juta Per Hari

Berangkat dari fakta kekinian, sastrawan Arab Anis Mansour, lalu mengaitkan pada hadits di atas yang hingga kini masih diperdebatkan itu. Anis Mansour berkata dari sudut pandangnya: “Sesuatu yang halal yang paling dibenci Allah adalah talak. Sementara sesuatu yang halal yang paling dibenci manusia adalah pernikahan.”