AMBON TODAY – Mayjen TNI Doni Monardo ditetapkan sebagai warga kehormatan Kota Ambon melalui rapat Paripurna khusus yang dilaksanakan di Balai Rakyat DPRD kota ambon dan dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Ir. James Maatita, Wakil Ketua Rustam Latupono,S.Pi, Walikota Ambon Richard Louhanapessy SH serta Wakil Walikota Syarif Hadler. Terlihat hadir anggota DPRD kota Ambon, Pangdam XVI Pattimura yang baru Mayjen TNI Suko Pranoto, Wakapolda Maluku Brigjen Daniel Pasaribu, Wadan Lantamal IX Halong, para tokoh agama, tokoh masyarakat dan unsur kepemudaan beserta undangan lainnya (17/11/2017).

Ketua DPRD Kota Ambon menyampaikan bahwa penetapan Mayjen TNI Doni Monardo Merupakan sebuah apresiasi atas Dedikasi yang tinggi dalam tugas pengabdian kepada masyarakat maluku secara umum dan masyarakat kota ambon khususnya. Pola komonikasi yang dibangun semakin mempererat dan mendekatkan TNI dengan rakyat.  Program terobosan Emas Biru dan Emas Hijau yang menghasilkan emas putih (Perdamaian) adalah gagasan brilian yang kiranya dapat terus dikembangkan kedepan.

Selain itu Stabilitas dan Kondusifitas keamanan di wilayah Maluku semakin baik serta meningkatnya kegiatan perekonomian masyarakat yang menandakan bahwa program duo emas ini turut memberikan konstribusi positif pada pembangunan daerah.

Dalam SK bernomor 16/KPTS/DPRD/2017 tertanggal 13 November 2017 tentang penetapan warga kehormatan yang dibacakan sekretaris Dewan DPRD kota ambon Eky Silooy, telah melegitimasi Mayjen TNI Monardo menjadi bagian dari keluarga besar warga kota ambon.

Mayjen TNI Doni Monardo pada sambutannya atas nama pribadi dan keluarga menyampaikan terima kasih dengan penetapan sebagai warga kehormatan kota ambon, ini bukan merupakan penghargaan semata tetapi lebih pada pengakuan masyarakat maluku terhadap apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan tentang kegiatan TNI saat ini melalui implementasi program emas biru dan emas hijau sebagai bentuk pengabdian serta kemanunggalan TNI-Rakyat.

Doni menambahkan Maluku adalah salah satu provinsi yang turut membentuk Bangsa ini, di masa lalu bangsa eropa datang ke Indonesia untuk mencari kekayaan rempah – rempah seperti cengkeh pala dan itu ada di Maluku. Sebagai provinsi yang berkarakteristik kepulauan Maluku memiliki kekayaan alam yang berlimpah di darat dan di laut yang jika dikelola secara baik akan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai prajurit TNI, Doni pun berharap semua yang telah dilakukan bersama jajaran Kodam XVI Pattimura dapat menjadi pondasi baru yang kuat melalui program kreatif yang dilaksanakan kiranya secara perlahan merubah pola pikir masyarakat yang selama ini tertuju negatif kepada pihak aparat keamanan yang saat konflik lalu dinilai ada yang memihak atau tidak netral dalam penyelesaian konflik.

Resolusi konflik di jaman Modern saat ini, tidak lagi dengan menggunakan pendekatan militeristik tetapi lebih pada pendekatan Smart Power yang merupakan keseimbangan antara keamanan dan kesejahteraan. TNI semakin humanis dan dekat dengan rakyatnya sebagai kekuatan Bangsa.

Diakhir sambutan Walikota Ambon Menyampaikan ungkapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Mayjen TNI Doni Monardo yang dalam 2 tahun 3 bulan ini telah membantu pemerintah daerah dalam turut memberdayakan serta mensejahterahkan masyarakat melalui berbagai program kegiatan yang dilaksanakan.

Pangdam Doni menurutnya telah memberikan pendidikan karakter yang kuat bagi masyarakat Maluku serta kota ambon untuk lebih peduli akan ekosistem dan lingkungannya. Kiranya apa yang telah dilakukan agar dapat dilanjutkan oleh Pangdam selanjutnya. Dan sinergitas, kordinasi serta kolaborasi antara Pemerintah daerah, TNI/POLRI semakin kuat dan terus berlanjut.

Untuk diketahui bersama bahwa ada 3 orang tokoh yang telah disematkan menjadi warga kehormatan kota ambon antara lain Wismoyo Aris Munandar yang saat itu menjabat Panglima Trikora, Jusuf Kalla disaat menjabat Menteri kordinator kesejahteraan rakyat RI dan Pangdam XVI Pattimura Mayjen TNI Doni Monardo. (Iman R Hakim /*)