CIBINONG TODAY – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor mencatat, sekitar 1.257 orang telah mendaftarkan diri menjadi calon kepala desa, memperebutkan 273 kursi dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak 2019.

Kepala DPMD Kabupaten Bogor, Ade Jaya Munadi menjelaskan, dari 273 desa, ada 69 desa yang dengan jumlah pendaftarnya lebih dari lima orang. Sehingga, panitia akan melakukan seleksi tambahan agar pendaftar sesuai kuota yang telah ditetapkan.

“Sesuai ketentuan, paling sedikit 2 orang dan paling banyak itu 5 orang. Kalau lebih dari 5 maka ada seleksi tambahan, ada tes tertulis dan lainnya sesuai kebijakan panitia Pilkades,” kata Ade kepada wartawan, Senin (2/9/2019).

Sementara untuk desa yang pendaftarnya kurang dari dua orang, sambung Ade, maka akan ada perpanjangan waktu pendaftaran selama 10 hari sejak pendaftaran ditutup pada Senin (26/8/2019).

“Sejak ditutup itu kan sudah ada penelitian berkasnya, udah nggak ada lagi yang daftar. Kecuali untuk desa-desa yang pendaftarnya kurang dari 2 orang, itu ada perpanjangan 10 hari,” ungkap Ade.

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin meminta hajatan politik untuk memilih orang nomor satu di 273 desa di 39 kecamatan yang akan dilaksanakan Minggu 3 November mendatang, dijadikan alat untuk pemersatu hangsa.

“Pilkades itu harus jadi pesta rakyat yang menghadirkan kegembiraan, karena di Pilkades, waktunya rakyat menentukan siapa yang pas atau layak menjadi pemimpin desa,” kata Burhan.

Burhanudin mengintruksikan, 39 camat yang menggelar hajatan Pilkades, secepatnya menggelar deklarasi damai dengan menghadirkan semua calon yang akan berkompetisi.

“Deklrasi damai itu sifatnya wajib. Saya pun mengingatkan camat harus dalam posisi netral alias tidak memihak kepada satu calon, karena jika itu terjadi akan menimbulkan kekisruhan, padahal kita ingin Pilkades serentak dicontoh daerah lain,” pinta Burhan. (Firdaus)