PSK Banjiri Kabupaten Bogor, Dinsos Tak Miliki Balai Sosial

CIBINONG TODAY – Dalam kurun satu tahun, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor mengaku telah menerima ratusan Pekerja Seks Komersial (PSK) hasil dari penjaringan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), melalui program Nonngol Babat atau Nobat.

Hal itu diakui Kasi Rehabilitasi Sosial, Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Dinsos Kabupaten Bogor, Buchori Muslim. Namun menurutnya, Kabupaten Bogor belum mampu menampung banyaknya jumlah PSK yang terjaring tersebut, karena tidak adanya balai sosial.

BACA JUGA :  Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pembuktian Kualitas Pemain Domestik Racikan John Herdman

“Sejauh ini balai sosial baru ada tiga, yaitu di Pasar Rebo (Jakarta), Sukabumi dan Palimanan. Memang baiknya kita memiliki balai sosial sendiri, agar tidak bertumpu pada balai sosial yang lain,” kata Buchori kepada wartawan, Rabu (4/12/2019).

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

Tak adanya balai sosial, memaksa Dinsos Kabupaten Bogor untuk menyerahkan para PSK, Wanita Tuna Sosial (WTS) ataupun Wanita Pria (Waria) yang terjaring, ke Balai Sosial Sukabumi.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================