
CIBINONG TODAY – Penduduk miskin di Kabupaten Bogor mencapai sekitar 400 ribu orang atau 7,14 persen dari total jumlah penduduk 5,8 juta jiwa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor pun memasang target menekan angka kemiskinan hingga 6,38 persen pada akhir tahun 2023.
Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, masalah kemiskinan di Kabupaten Bogot masih menjadi masalah serius yang harus ditanggapi dan dibenahi.
“Penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bogor tahun 2018-2023. Pada tahun 2023 nanti, tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6,38 persen. Ini merupakan target kita bersama dan saya minta dukungan untuk berkerjasama agar target tersebut dapat tercapai,†kata Iwan.
Menurutnya, Pemkab Bogor memiliki Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) untuk bekerja menekan angka kemiskinan.
“Ditahun 2019 tingkat kemiskinan ditargetkan sebesar 6,91 persen dan alhamdulilah pencapaiannya sebesar 6,66 persen, melampui target. Tentunya ini adalah capaian yang menggemberikan,” kata Iwan.
Untuk mencapai target ditahun 2023, Iwan pun mengintrusikan kepada seluruh anggota TKPK Kabupaten Bogor agar lebih aktif, konsisten dan komitmen melaksanakan peran fungsinya sesuai tupoksi dalam penanggulangan kemiskinan.
“Kami berharap agar evaluasi terhadap pelaksanaan program penaggulangan kemiskinan dalam rapat koordinasi ini, dapat memberikan inspirasi dan motivasi ke depan agar kapasitas TKPK Kabupaten Bogor dapat di tingkatkan,” tegas Iwan. (Firdaus)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















