JAKARTA TODAY – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan program kartu pra kerja bukan upaya pemerintah menggaji para pengangguran. Hal itu diungkapkannya saat membuka rapat terbatas (ratas) mengenai akselerasi implementasi program siap kerja dan perlindungan sosial.

“Ratas siang ini membahas akselerasi, implementasi program siap kerja dan perlindungan sosial. Terkait implementasi kartu pra kerja, saya ingin menegaskan lagi program ini bukan menggaji pengangguran,” kata Jokowi, Selasa (10/12/2019).

Baca Juga :  Layanan Sibadra Kini Bisa Via WA

“Ini penting saya sampaikan, karena seolah-seolah pemerintah akan menggaji. Tidak, itu keliru,” tambahnya.

Jokowi menjelaskan, melalui program kartu pra kerja pemerintah membiayai pelatihan atau vokasi untuk para pencari kerja mulai dari usia 18 tahun ke atas. Pesertanya tidak sedang menjalani pendidikan formal, melainkan para korban PHK dan pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi.

Baca Juga :  Desa Pangkaljaya Realisasikan Samisade Bangun Jalan Sepanjang Jalan 1,6 Kilo Meter

Pasalnya dalam kartu pra kerja ini ada tiga program yang dilalukan, yaitu skilling, up skilling, dan reskilling.

“Jadi, tujuan kartu pra kerja ada dua, mempersiapkan angkatan kerja dan terserap atau menjadi entrepreneur,” ujarnya.