JAKARTA TODAY – Para sekolah dan guru harus bersiap-siap meningkatkan kapasitasnya. Pasalnya, tahun depan merek adiberi kebebasan penuh untuk memberikan penilaian kepada murid.

Mereka juga tidak harus memberikan penilaian berdasar ujian tertulis semata seperti selama ini dilakukan lewat hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), tapi bisa menilai siswa melalui project, hasil karya atau bentuk lain.

Perubahan kewenangan yang diberikan kepada sekolah dan guru serta parameter penilaian siswa lebih variatif disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim merupakan amanah UU Sisdikna dan sebagai bagian dari impelentasi program Merdeka Belajar.

Baca Juga :  Kreatif, Wanita Ini Ubah Kecoa Mati Menjadi Karya Seni Lukis

Kebijakan Kemendikbud ini mendapat respons Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo. Adapun Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza mengingatkan agar para guru meningkatkan agar sasaran yang dikehendaki dari program ini bisa berjalan maksimal.

Baca Juga :  Gempa Bumi Guncang Lebak Banten, Getaran Terasa Hingga Bogor

“Formatnya itu tak hanya tes tertulis. Suatu penilaian bisa penilaian projek akhir tahun, bisa penilaian esai, karya tulis, bisa penilaian dia melakukan projek, ataupun portfolio dan lain-lain,” ujar Nadiem, di kantor Kemendikbud Jakarta, kemarin.

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua