Menko PMK Sebut Pengungsi Banjir akan Diberi Rp 500 Ribu/KK hingga Rumahnya Layak Huni

JAKARTA TODAY – Puluhan ribu warga di Jabodetabek yang terdampak banjir masih berada di pengungsian. Namun para pengungsi itu diminta untuk kembali ke kediamannya masing-masing apabila lingkungannya sudah normal lagi.

“Diupayakan tempat pengungsiannya tidak lama-lama ditempati. Mereka harus segera kembali,” ujar Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Selasa (7/1/2020).

Hal itu disampaikan Muhadjir usai memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait penanganan banjir yang sempat melanda sejumlah wilayah Jabodetabek. Lantas, Muhadjir menyampaikan adanya pencairan uang bagi para pengungsi korban banjir.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Turun Tajam, Kini di Level Rp 2,77 Juta per Gram

“Kalau rumahnya belum layak ditempati, supaya dia tinggal di familinya. BNPB akan memberikan dana tunggu sampai rumahnya bisa dihuni, itu per bulan Rp 500 ribu per KK,” imbuh Muhadjir.

Namun Muhadjir tidak merinci bagaimana mekanisme pencairan bantuan tersebut beserta prasyaratnya. Selain itu, Muhadjir tidak menjelaskan mengenai kondisi rumah yang seperti apa yang membuat para pengungsi itu akan mendapatkan bantuan tersebut.

Terlepas dari itu Muhadjir menyampaikan penanganan bencana banjir ini merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Pemerintah pusat, disebut Muhadjir, hanya memberikan bantuan tambahan. Masing-masing kementerian/lembaga, lanjut Muhadjir, telah mengalirkan bantuan.

BACA JUGA :  Mata Menonjol Bisa Jadi Tanda Penyakit Tiroid, Kenali Gejala dan Risikonya

“Secara akumulasi belum kita hitung tapi masing-masing kementerian/lembaga memang telah memberikan bantuan baik yang sifatnya finansial maupun yang koordinasi di dalamnya. Kita belum punya hitungan tapi saya kira bisa di atas Rp 7,9 miliar dari Kemensos (Kementerian Sosial),” kata Muhadjir.

Sebelumnya Muhadjir turut menyampaikan data mengenai banjir di Jabodetabek. Merujuk pada data BNPB, bencana banjir dan longsor di Jabodetabek berdampak pada 293 kelurahan dan 74 kecamatan serta menyebabkan 67 orang meninggal dunia serta 35.502 orang mengungsi. (net)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================