JAKARTA TODAY – Arab Saudi menangguhkan kedatangan jemaah umrah untuk mencegah penyebaran virus corona. Akibatnya 2.393 jemaah Indonesia gagal berangkat dan 1.685 jemaah yang tengah transit menuju Arab Saudi terpaksa dipulangkan.
Dalam rapat yang digelar oleh Menteri Agama Fachrul Razi bersama pihak Kemenhub, Kemenko PMK, Kemlu, serta asosiasi perwakilan maskapai serta bina umrah dan haji, memastikan tak akan membebankan biaya tambahan pada jemaah yang batal berangkat.
Dia juga menyebut Indonesia telah meminta keringanan visa ke Saudi Arabia. Dia meminta agar Arab dapat menerbitkan ulang atau memperpanjang visa jemaah yang batal berangkat tanpa meminta tambahan biaya.
“Menyangkut visa, pemerintah Indonesia telah minta ke pemerintah Arab Saudi dalam hal ini Kedubes Arab untuk mempertimbangkan agar visa yang sudah dikeluarkan dan tidak dipergunakan, dapat diterbitkan ulang atau diperpanjang tanpa ada biaya tambahan kepada jemaah,” tuturnya.
Ia juga telah berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk tidak menghanguskan tiket para jemaah umrah dan meminta biaya tambahan. Oleh karena itu dia meminta agar seluruh jemaah tetap tenang dan mengikuti kebijakan yang telah diputuskan pemerintah.
“Pemerintah mengimbau pada seluruh jemaah umrah yang belum berangkat untuk tetap tenang dan ikuti kebijakan yang diambil oleh pemerintah Arab Saudi dan Indonesia berkaitan dengan keberangkatan jemaah umrah,” imbaunya.
“Koordinasi akan terus dilakukan untuk menangani keberangkatan ibadah umrah yang tertunda itu,” lanjutnya. (net)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















