Polisi Belum Serius Tangani Kejahatan Akibat Dampak Covid-19

CIBINONG TODAY – Masyarakat Bogor, kini tengah dihantui dengan ancaman kejahatan yang terus mengintai di masa pandemi wabah Covid-19 ini. Maraknya, tindak kriminal membuat warga harus semakin aktif menjalankan siskamling. Beberapa faktor pemicu diantaranya seperti ekonomi yang semakin melemah, hilangnya pekerjaan, hingga minim bantuan. Hal itu diakui salah seorang warga Kecamatan Pamijahan, Arul. Dalam jejaring media sosial facebook ia mengungkapkan, selama tiga hari berturut-turut, kerap terjadi kasus pencurian dengan modus penodongan di wilayahnya. Sementara, warga Kota Bogor, Sri Rahayu mengungkapkan kesedihannya karena dirumahkan dari tempatnya ia bekerja. Bahkan, kata dia untuk membayar rumah kontrakan dan kebutuhan sehari-hari pun tidak ada. Dengan begitu, warga semakin dibuat ngeri dengan kondisi yang sedang tak menentu di tengah pandemi. Oleh karena itu, hampir semua lingkungan memperketat kegiatan ronda malam secara bergiliran. Dikonfirmasi, Kepala Lapas Kelas II A Cibinong, Ardian Nova Christiawan pun mengakui, sebanyak 527 napi telah dibebaskan dengan program asimilasi. Menurut dia jumlah itu, telah mencakup secara keseluruhan Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor. Hanya saja, ia mengklaim belum ada napi yang mengulang kembali aksi kejahatannya. “Untuk sementara belum ada info terkait tertangkap kembali karena mengulang kejahatannya. Namun yang terduga melakukan pengulangan kasus yang sama baru satu orang, yakni kasus narkoba,” terang Ardian kepada wartawan, Sabtu (25/4/2020). Namun, kata dia, napi itu pun belum berhasil kembali diringkus oleh pihak kepolisian. Ardian mengakui, masih sementara melakukan pencarian terhadap residivis narkoba itu. Sementara itu, hingga saat ini Polres Bogor juga belum merinci angka kriminalitas yang sempat terjadi di wilayah hukumnya. Padahal, beberapa kasus sempat terjadi dan menjadi perbincangan publik. Sebut saja, pencurian sebuah warung di Cirimekar, Cibinong, dugaan pencurian tabung gas karena faktor ekonomi di Cijeruk, kasus perampokan bersenjata di salah satu minimarket di wilayah Pamijahan, dan perampasan kendaraan bermotor di Kecamatan Tajur Halang, Kabupaten Bogor beberapa hari lalu. “Kami menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap saling peduli menjaga lingkungan sekitar. Pihak kepolisian tidak akan segan memberi tindakan tegas bagi para pelaku kejahatan jika pelaku kejahatan mengancam keselamatan warga dan petugas,”ucap Kepolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy melalui Kasubbag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspitalena, kemarin. Ia mengimbau, agar warga tetap bersinergi dengan pemerintah desa, bhabinkamtibmas, dan babinsa. Warga juga perlu memastikan rumahnya dalam keadaan aman dan terkunci saat ditinggalkan. Sebelum tidur, mesti mengecek pintu jendela. Tak hanya itu, kendaraan bermotor sebaiknya dipasangi kunci ganda. “Jangan mudah terprovokasi dengan isu hoaks. Jangan menggunakan perhiasan yang berlebihan, hindari perilaku anarkis, fitnah, adu domba, kekerasan serta main hakim sendiri,” tegasnya. (Bambang Supriyadi) Bagi Halaman
BACA JUGA :  Pemkab Bogor Dampingi Pasien Kanker Stadium IV, Pastikan Pengobatan dan Jaminan Kesehatan Terpenuhi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================