BOGOR TODAY – Selain pengemudi ojek online (Ojol), pengemudi ojek pangkalan (Opang) juga bisa ikut mendistribusikan sembako bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dikelola oleh PT Pos Indonesia Cabang Bogor.

Namun, keterlibatan Opang tentu harus mengikuti persyaratan yang diberlakukan oleh PT Pos. Persyaratan tersebut diantaranya registrasi dan harus punya user atau aplikasi.

Wakil Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Bogor, Haris Mulyana mengatakan, dalam pendistribusian paket sembako untuk warga Kota Bogor itu bisa saja melibatkan opang, asalkan para pengemudi opang harus registrasi dulu, supaya nantinya opang ini punya user atau semacam aplikasi.

“Kalau memang kita perlu adanya penambahan petugas, maka opang juga sangat memungkinkan. Cuma kita registrasi dulu, karena dia harus punya user atau semacam aplikasi, kemudian smartphone kita instal dulu. Yang jelas ada aplikasinya,” kata Haris.

Saat ini, lanjut Haris, petugas yang menyalurkan sembako ini diperlukan sekitar 12 sampai 15 orang perkelurahan. Namun, di dalam mekanismenya para petugas ini bisa secara pulang pergi mengirimnya.

“Jadi SDM yang kita gerakan itu 12 sampai 15 orang, tapi kalau perlu ada tambahan maka sangat memungkinkan kita melibatkan opang dengan catatan mereka harus registrasi dulu, seperti halnya yang sudah dilakukan oleh ojol,” jelasnya.

Sedangkan paket yang nanti akan di kirimkan oleh petugas ini yaitu berupa sembako, seperti beras, terigu, mie instan, makanan dalam kaleng dan telur, serta vitamin. “Nah, selain sembako ada juga berupa uang tunai sebesar Rp 150 ribu dari Pemrov Jabar,” pungkasnya. (Heri)