BOGOR TODAY – Pada awal Agustus mendatang dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 ketat, Kota Bogor akan menyelenggarakan pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat Nabi.

Pameran yang akan diselenggarakan selama kurang lebih 30 hari itu, akan ada 30-40 beragam Pameran bersejarah Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat Nabi.

Benda bersejarah yang turut dipamerkan antara lain, sorban, baju, janggut, darah bekam, baju perang, pedang, tongkat dan lain-lain. Untuk lokasi pameran tersebut, akan dibahas lebih lanjut oleh panitia penyelenggara.

Panitia Penyelenggara Pameran, M. Nur Asyik menyampaikan, tujuan kedatangannya ke Gugus Tugas bersama tim bermaksud ingin meminta arahan dan dukungannya kepada pemerintah terkait rencananya yang akan menyelenggarakan Pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat Nabi di Kota Bogor.

“Kunjungan kami bersama tim kesini ingin menyampaikan rencana terkait kegiatan pameran yang akan diselenggarakan di Kota Bogor. Pada situasi saat ini, kami merasa perlu sekali berkomunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor agar bisa mendapat arahan petunjuk teknis kegiatan serta dukungannya dari pemerintah,” kata M. Nur Asyik, di Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Rabu (24/06/2020) sore.

Penyampaian panitia penyelenggara diterima langsung oleh Ketua GTPP Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Atep Budiman.

Dalam hal ini, Ketua GTPP Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, pada prinsipnya pameran Artefak Rasulullah SAW dan Para Sahabat Nabi ini merupakan kegiatan yang perlu direspon positif. Tentu dirinya mendukung adanya kegiatan tersebut, namun Dedie menegaskan kepada pihak penyelenggara kegiatan agar pada pelaksanaannya nanti tetap mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Pada dasarnya kegiatan Pameran Artefak Rasulullah SAW ini merupakan sesuatu yang perlu kita respon dengan positif. Dengan tujuan kita bisa merefleksikan kembali kondisi sejarah islam yang sangat panjang dan dahsyat. Hanya, tinggal menyesuaikan saja dengan situasi Pandemi Covid-19 ini. Kemudian, kita juga harus coba mengemas apabila akan dipamerkan, namun tetap perlu menyesuaikan new normal,” ujar Dedie.

Dukungan dan respon positif juga disampaikan Kepala Disparbud Kota Bogor, Atep Budiman dalam rencana kegiatan pameran tersebut. Menurut Atep, pameran tersebut memiliki nilai-nilai sejarah yang sangat bernilai tinggi, khususnya bagi kaum muslimin dan muslimat.

Bahkan, ia menilai, kegiatan pameran Artefak Rasulullah ini bisa menjadi trigger (pemicu) terhadap kegiatan pameran lainnya yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pemulihan ekonomi di Kota Bogor akibat dampak Covid-19 yang terjadi tiga bulan belakangan ini.

“Mengingat di Kota Bogor statusnya masih berada di zona kuning (level 3) untuk kegiatan/event seperti pameran yang mengundang orang berkerumun, tentunya harus tetap mempertimbangkan resiko di aspek kesehatan. Sebagai dukungan, kami selaku pembina teknis pelaksanaan kegiatan/event meminta panitia menyampaikan kesiapan penerapan protokol kesehatan ketat sekaligus cek fisik lapangan terkait komitmen penerapan protokol kesehatannya seperti apa,” ujarnya.

Hasil verifikasi nantinya, sambung Atep, akan dilaporkan kepada pimpinan (Gugus Tugas) untuk bahan kajian dan pertimbangan dalam memberikan izin operasional penyelenggaraan kegiatan pameran tersebut. Mengenai teknis kegiatan, ia akan membahasnya lebih lanjut bersama para pihak dari unsur Forkopimda Kota Bogor. (Adit)