BOGOR TODAY – Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria menyambut baik kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI terkait bantuan untuk mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19 melalui penyesuaian Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Dana Bantuan UKT mahasiswa.

Dia mengatakan bahwa Kebijakan Mendikbud ini sejalan dengan langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh IPB terhadap mahasiswa yang terdampak Covid-19.

Bahkan sebelum pandemi ini, pada setiap semester IPB University memberikan kebijakan penyesuaian UKT bagi mahasiswa yang membutuhkan.

Sekurangnya 200 mahasiswa per semester mengajukan penyesuaian UKT dalam beberapa tahun terakhir. Bagi yang lolos verifikasi, UKT-nya diturunkan 1-2 tingkat tergantung permasalahannya.

Disamping itu, ia juga menambahkan bahwa IPB telah menerbitkan tiga Surat Keputusan (SK) Rektor terkait langkah-langkah tersebut yaitu SK Rektor No 92/IT3/KM/2020 tentang Pemberian Bantuan Pembiayaan Kuota Internet Bagi Mahasiswa, SK Rektor No 95/IT3/KM/2020 tentang Bantuan Biaya Hidup Bagi Mahasiswa yang Terdampak COVID-19, serta SK Rektor No 111/IT3/KM/2020 tentang Bantuan Biaya Pendidikan Bagi Mahasiswa yang Terdampak COVID-19.

Sehubungan pandemi COVID-19, mahasiswa juga diberi skema keringanan, baik berupa penurunan, pencicilan maupun perubahan UKT bagi yang terdampak pandemi COVID-19 dan diberi kesempatan mengajukan beasiswa Kartu Indonesia Pintar – Kuliah (KIP-K) bagi mahasiswa baru. Di samping itu, mahasiswa juga diberikan bantuan untuk kuota internet dan bantuan lain sesuai kebijakan perguruan tinggi.

Baca Juga :  2 Petugas Lapas Nusakambangan Tewas Tenggelam

Untuk mahasiswa yang orangtuanya terdampak pandemi seperti terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), pendapatannya menurun tajam, atau orangtuanya meninggal, maka yang seperti ini tentu akan dibantu untuk ditinjau kembali besaran UKT-nya seperti sebelumnya.

“Bagi mahasiswa yang betul-betul tidak sanggup membayar UKT, bisa saja dibebaskan dari pembayaran UKT atau dicarikan beasiswa,” ujar Prof Arif dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/6/2020).

Menurutnya, jumlah mahasiswa yang membutuhkan penyesuaian UKT pada masa pandemi tentu akan meningkat. Dengan begitu, untuk mahasiswa yang membutuhkan pihaknya mempersilakan untuk mengajukan penyesuaian UKT yang nantinua akan dipertimbangkan dan disesuaikan setelah lolos verifikasi.

“Mahasiswa yang membutuhkan penurunan UKT dipersilahkan berkoordinasi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa – Keluarga Mahasiswa (BEM KM),” tuturnya.

Adapun verifikasi untuk menentukan siapa-siapa yang UKT-nya akan dikurangi, siapa yang diperbolehkan untuk mencicil, dan siapa-siapa yang akan dibebaskan dari pembayaran UKT akan dilakukan bersama dengan pengurus BEM KM.

Baca Juga :  Prihatin Dampak Sekolah Online, Sekelompok Pemuda di Bogor Dirikan Ruang Membaca

“Ini sifatnya case by case, tidak bisa digeneralisir. Tapi prinsipnya kita mencoba untuk membantu meringankan beban mahasiswa. Intinya, jangan sampai ada mahasiswa yang bermasalah dalam ekonomi tidak bisa survive karena persoalan biaya. Kerjasama dengan BEM KM dimaksudkan agar ada transparansi, sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan BEM KM memang bermanfaat bagi mahasiswa,” jelasnya.

Adapun bantuan kuota internet mahasiswa diberikan setelah sebelumnya pihak institusi beserta BEM KM melakukan survei untuk memperkirakan berapa kebutuhan kuota internet. Terkait bantuan subsidi kuota internet kepada mahasiswa ini, Rektor mengatakan,

“Sampai saat ini, sudah 13.977 mahasiswa multistrata yang mendapat bantuan kuota internet sebesar Rp 150 ribu per bulan atau sebesar Rp 450 ribu untuk tiga bulan (April-Juni), dan saat ini institusi sedang dalam proses menindaklanjuti laporan dari BEM KM terkait 498 mahasiswa yang belum menerima bantuan kuota internet, karena kendala teknis seperti kesalahan data atau belum lengkapnya informasi rekening.” tukasnya. (Bambang Supriyadi)