BOGOR TODAY – Aplikasi Jejak yang dibuat Diskominfostandi Kota Bogor sudah diujicobakan di Mal Botani Square selama 14 hari. Hasil ujicoba tersebut, ternyata aplikasi deteksi covid-19 ini perlu adanya emphasizement atau penekanan.

Menurut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor, Rahmat Hidayat, bahwa aplikasi jejak ini Perwali-nya sedang di susun, dimana Perwali tersebut nantinya supaya venue-venue atau tempat-tempat usaha yang berpotensi menimbulkan keramaian seperti, mal, restoran, hotel, kolam renang dan gedung pertemuan wajib memasang aplikasi ini. Kemudian tempat-tempat usaha mewajibkan semua pengunjungnya mendownload aplikasi jejak.

“Kenapa wajib download aplikasi jejak untuk tempat usaha dan pengunjung, karena di aplikasi jejak ini semua pegawai dan pengunjungnya itu bisa terdata. Jadi, ketika suatu saat ada orang yang positif dan berkunjung ke situ bisa terdeteksi, misalnya siapa saja orang-orang yang berada di tempat yang sama, di waktu yang sama dan itu bisa terdeteksi selama 14 hari kebelakang,” kata Rahmat kepada BogorToday.

Baca Juga :  NZ Managemen Tawarkan Kemping Dengan Suguhan Suasana Alam Perbukitan

Rahmat menerangkan, bahwa aplikasi jejak ini berbeda dengan aplikasi milik Pemkot lainnya seperti SiBadra. Kata dia, di dalam aplikasi Jejak tidak ada fitur tanya jawab dan pengaduan seperti halnya di aplikasi SiBadra. Jadi, di aplikasi ini seperti orang mendaftar di satu aplikasi dengan cara memasukan nama, nomor telepon dan alamat email.

“Nah data yang didaftarkan ke aplikasi jejak ini sudah terintegrasi ke diskominfo atau datanya secara otomatis masuk ke kita. Jadi ketika ada kejadian misalnya ada orang yang positif kita tahu data orang-orang yang ada di tempat tersebut di waktu dan hari yang sama. Kemudian kita akan hubungi orang-orang tersebut dan meminta untuk memeriksakan diri ke Dinas Kesehatan atau pun rumah sakit,” jelasnya.

Baca Juga :  Delapan Buah Celurit dan Stik Golf Disita Dari Lima Oknum Pelajar 'Badung'

Sejauh ini, lanjut Rahmat, aplikasi jejak sudah di download oleh 500 user lebih dan jumlah tersebut bisa dilihat di Playstore. Dia menargetkan semua warga Bogor mendownload aplikasi tersebut.

“Kalau kita sih targetnya semua masyarakat Bogor ya, tapi kan kita juga menyadari tidak semua warga Kota Bogor memiliki smartphone, tidak semua bisa berkunjung ke mal, restoran atau hotel. Yang jelas di aplikasi ini kapasitasnya besar dan bisa di download oleh semua orang Bogor,” ujarnya. (Heri)