BOGOR TODAY – Warga Batutulis yang terdampak pembangunan double track (rel ganda) Bogor-Sukabumi bakal pindah ke Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Nantinya, lahan seluas 5000 meter yang ada di RW01, Kelurahan Bojongkerta akan menjadi tempat tinggal baru. Anggota DPRD Kota Bogor Komisi II, Mardiyanto yang didampingi Lurah Bojongkerta Sunandar meninjau lokasi seluas 5000 meter tersebut. Setelah meninjau lokasi, politisi partai PKS itu mencatat ada 4 poin yang menjadi catatan, diantaranya infrastruktur jalan, penerangan jalan umum (PJU), saluran drainase dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau saluran septic tank komunal. “Jadi ini adalah lahan relokasi mandiri yang akan ditempati oleh warga RW 07, Kelurahan Batutulis, Bogor Selatan. Sebelumnya sudah ada informasi ke saya bahwa mereka akan pindah ke lokasi ini dan sudah ada pembicaraan dengan pemilik lahan terkait harga kemudian negosiasi pembayaran dan lain sebagaianya,” kata Mardiyanto saat meninjau lokasi di Kelurahan Bojongkerta. Kemudian, lanjut Mardiyanto, warga Batutulis yang nantinya akan menempati lahan seluas 5000 meter ini berharap infrastrukturnya dibangun dan juga ada pengaspalan. “Setelah saya cek ada 4 poin yang menjadi catatan, yaitu infrastruktur jalan, penerangan jalan umum (PJU), saluran drainase dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) atau saluran septic tank komunal. Nah, ini perlu didorong ke dalam hal ini di bidang infrastruktur,” ujarnya. Dengan pindahnya ke lokasi yang baru itu, kata dia, maka nantinya di sini akan mengubah tatanan baru, baik dari sisi ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya. Untuk itu, pihaknya akan mencoba memberi edukasi kepada mereka tentang bagaimana caranya menggunakan atau memanfaatkan lahan di sekitar ini untuk menjadi ekonomi kreatif dan mandiri. “Jadi tidak menggantungkan kehidupan di kota, karena di sini masih banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya dan justru bisa produksi, kemudian bisa kita suplay ke perkotaan, atau bahkan ke daerah sekitarnya,” jelasnya. Ditempat yang sama, Lurah Bojongkerta Sunandar mengatakan, lahan seluas 5000 meter itu merupakan lahan perkebunan milik masyarakat Bojongkerta (lahan pribadi) yang ditawarkan kepada masyarakat yang terkerna dampak double track, sehingga nantinya lahan tersebut akan ditempati atau diisi sebanyak kurang lebih 70 kepala keluarga (KK). “Kalau untuk akses jalan memang sudah ada, tapi perlu ada perbaikan seperti pengaspalan, karena kondisi jalan yang ada sekarang itu kurang layak atau masih banyak bebatuan dan licin,” katanya. (Heri) Bagi Halaman
BACA JUGA :  Masuki Tahun Ke-11, Bogor Hujan Trail 2026 Sukses Sedot Antusiasme Ribuan Rider Nusantara hingga Mancanegara

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================