BOGOR TODAY – Sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lebih rentan dalam masa perebakan virus corona, tentunya ini menjadi perhatian serius pemerintah untuk kembali memulihkan perekonomian pelaku UMKM.

Founder Bogor Ngariung Robby Firliandoko mendapatkan amanah untuk mengembangkan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Bogor dari Komite Kreasi Jawa Barat. Robby mengatakan, pergerakan yang dilakukannya sudah dimulai sejak ia mendapatkan kesempatan belajar mengenai Creative Hub di Singapur.

“Potensi Ekraf Kabupaten Bogor ini sangat luar biasa, bahkan ada beberapa produk dan artisan yang sudah dikenal di tingkat nasional namun belum saling mengenal, sehingga perlu adanya forum yang mewadahi dan menjadi ruang bersama agar bisa maju bersama,” tutur Robby saat berdiskusi dengan Bupati Bogor Ade Yasin di Pendopo bupati, Rabu (21/10/2020).

Robby menuturkan, pertemuannya dengan bupati sekaligus meminta restu, karena Perkumpulan Pegiat Sektor Kreatif akan melangsungkan acara pada 29 Oktober sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Selain Robby dalam bincang itupun hadir Founder Bengkel 3&4 Chaniago Fauzan. Dirinya bercerita, bahwa ruang yang ia bangun bersama artisan lainnya di Bengkel 3&4 yang berlokasi di Cibinong dibangun atas dasar kebutuhan ruang bersama yang biasanya ada di Jakarta.

“Kami ingin berkegiatan dan berkarya di Kabupaten, sehingga sudah tiga tahun ini kami mencoba berkegiatan dari mulai acara seni, musik hingga menciptakan produk di Bengkel 3&4. Kami berharap setelah ini ada kolaborasi antara pegiat ekonomi kreatif dengan pemerintah,” kata Chaniago Fauzan.

Sementara, Ketua Divisi Seni Noirlab Cileungsi Yoga merasa pertemuan dengan Bupati Bogor adalah buah dari apa yang telah dilakulan pegiat ekonomi kreatif di Cileungsi.

“Sudah hampir tiga tahun ini kami berkegiatan di Cileungsi. Dari mulai riset, acara musik, seni bahkan pendataan UMKM yang memberikan penilaian berbeda dari Cileungsi yang dikenal sebagai daerah industri,” pungkasnya.

Bupati Bogor Hj. Ade Yasin mengapresiasi atas apa yang dilakukan anak muda Bogor. Ade Yasin menilai apa yang sudah dilakukan perkumpulan pegiat sektor kreatif merupakan hal yang luar biasa meski berada di tengah keterbatasannya. Meskipun Kabupaten Bogor belum memiliki ruang kreatif, namun pegiat kreatif telah berkarya dan terhubung dengan baik.

Bupati mengatakan, pegiat ekonomi kreatif di Kabupaten Bogor cukup banyak, jika dilihat dari data yang ada di Dinas UMKM Kabupaten Bogor dari hulu hingga ke hilir, namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor belum memiliki forum yang mewadahi,” kata Ade Yasin.

Dia mengapresiasi langkah yang dilakukan Perkumpulan Pegiat Sektor Kreatif dari mulai pendataan dan berjejaring hingga taraf nasional.

“Mereka ini anak-anak muda yang harus kita bina karena masa depan Kabupaten Bogor di tangan mereka. Sebelum kita wadahi mereka suka inisiatif melakukan pendataan dan pemetaan. Ini bagus sekali. Sehingga perlu ada Forum yang saling mengisi dan kita perlu duduk bersama dengan BAPPEDA, dan dinas terkait. Jadi, kita harus segera bergerak,” pungkasnya. (Adit)