Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)

Islam itu agama yang mudah alias tidak menyulitkan bagi umatnya. Banyak contohnya yaitu, syarat untuk masuk Islam sangat mudah, cukup mengucapkan dua kalimat syahadat. Tidak pakai syarat yang berat dan bertele-tele, jika belum bisa shalat dan belum bisa baca Al Qur’an, tidak apa-apa, itu bisa menyusul belajarnya. Mudah kan dan memberi solusi.

Dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya, “Sesungguhnya agama itu mudah. Dan selamanya agama tidak akan memberatkan seseorang melainkan memudahkannya. Karena itu, luruskanlah, dekatilah, dan berilah kabar gembira! Minta tolonglah kalian di waktu pagi-pagi sekali, siang hari di kala waktu istirahat dan di awal malam,” (HR. al-Bukhari 39 dan Muslim 2816).

Juga untuk ibadah shalat jika kita sakit maka shalat boleh dengan duduk, bila tidak bisa duduk maka boleh dengan tiduran. Nanum kalau sakitnya sudah parah, sewaktu sakaratul maut maka shalatnya cukup dengan isyarat.

Kita boleh untuk tidak shalat berjamaah di Masjid jika terjadi hujan yang deras disertai petir, terjadi cuaca yang ekstrim atau adanya bencana alam serta halangan lain yang sesuai syariat Islam.

Sewaktu dalam perjalanan juga ada keringanan (rukhshah) yaitu untuk menjamak shalat atau meringkas shalat. Allah itu Maha Mengetahui sehingga sangat paham akan kelemahan dan sifat dari makhluk ciptaanNya. Apalagi ini dalam perjalanan, pasti serba repot untuk melaksanakan shalat secara lengkap dan harus mencari Masjid atau Musholla di daerah yang belum kita ketahui meski sekarang ada googlemap. Ketentuan ini juga berlaku untuk puasa.

Ibadah umrah/haji juga untuk yang mampu saja, tapi Allah memberi solusi bagi yang tidak mampu melaksanakan ibadah ini. Apa solusinya? Yaitu dengan amalan setelah shalat subuh berjamaah di Masjid dilanjutkan dengan tadarus, dzikir atau ‘itikaf sampai menunggu waktu zuruh. Amalan ini setara dengan ibadah umrah/haji…sempurna, sempurna dan sempurna. Luar biasa bukan!

Untuk para Ijo Lumut (Ikatan Jomblo Lucu dan Imut) yang belum punya pasangan, maka Islam memberi solusi dengan berpuasa. Dengan berpuasa insyaAllah para Ijo Lumut ini bisa mengendalikan nafsu syahwatnya.

Sebagian orang ingin bersedekah tapi tidak mampu, namun Allah SWT tidak membatasi sedekah dengan harta saja, Rosul SAW mengajarkan beberapa amalan yang bernilai sedekah, diantaranya adalah amar ma’ruf nahi munkar.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu: Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rosul SAW (shahabat Rosul SAW yang fakir) berkata kepada Rosul SAW: “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya).”

(Rosul SAW) bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tashbih (ucapan Subhanallah) merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah dari yang mungkar adalah sedekah, dan pada kemaluan kalian (maksudnya adalah melakukan jima’ dengan istri) merupakan sedekah.”

Mereka bertanya: “Ya Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami menyalurkan syahwatnya, dia akan mendapatkan pahala?” Beliau bersabda: “Bagaimana pendapat kalian seandainya dia menyalurkannya di jalan yang haram, bukankah baginya dosa? Demikianlah halnya jika dia menyalurkannya pada jalan yang halal, maka dia mendapatkan pahala”.” (HR. Muslim: 1006).

Itulah enaknya Islam, memudahkan dan memberi solusi untuk umatnya dan seluruh alam. Atau Islam itu rahmatan lil alamin (rahmat untuk seluruh alam) Islam bukan radikal apalagi teroris. Jayalah Indonesiaku. (*)