Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)

Alangkah indahnya jika kita punya pemimpin yang berusaha mengamalkan Sunnah Harian Rosul SAW dari bangun tidur sampai tidur lagi, bahkan dari beliau dilantik jadi pemimpin sampai pensiun serta sampai akhir hayatnya.

Tapi kita prihatin sekarang banyak pemimpin yang masih menjabat atau sudah purna tugas, terkena musibah dengan KPK sehingga harus meringkuk di hotel prodeo. Itulah gambaran pemimpin yang belum mengamalkan sunnah harian Rosul SAW.

Inilah 7 Sunnah Harian Rosul SAW, jika  pemimpin  mengamalkan, maka  semua aktivitasnya penuh keberkahan, disenangi oleh Nabi Muhammad SAW, diridhoi oleh Allah. Yang pada akhirnya selamat dan bahagia dunia akhirat, Aamiin.

Pertama adalah shalat tahajud. Dengan shalat tahajud insyaAllah seharian kita akan dilindungi oleh Allah SWT dan Allah akan mencegah kita untuk berbuat maksiat. Keren kan ada perlindungan dari Allah agar kita selamat dari bencana atau musibah dan ada pencegahan agar kita tidak berbuat maksiat (terbebas dari bujuk rayuan untuk korupsi atau rayuan dari wanita penggoda)

Karena pemimpin itu godaannya banyak, semakin tinggi jabatan seorang pemimpin, maka semakin kencang godaannya.

Kedua, baca Al Qur’an. Sebelum kita membaca yang lain, seperti WA, buku atau koran, usahakan baca Al Qur’an dulu sesibuk apapun, karena banyak manfaatnya jika kita membaca Al Qur’an, salah satu manfaatnya adalah, Allah akan memudahkan semua urusan kita hari itu.

Enak kan urusan kita seharian lancar, tapi kebanyakan dari pemimpin, karena super sibuknya, sehingga tidak sempat membaca Al Qur’an.

Ketiga, shalat berjamaah di Masjid. Ini cara yang mudah bagi seorang pemimpin untuk bisa mengenal lebih dekat dengan rakyatnya. Banyak manfaat dari shalat berjamaah di Masjid ini, diantaranya menyehatkan, karena sewaktu shalat subuh, kondisi udara pagi yang segar dan bebas dari polusi. Apalagi jika kita sudah hadir di Masjid sebelum bunyi adzan, maka fadilahnya adalah Allah akan menyelesaikan semua masalah kita.

Keempat, selalu sedekah. Sedekah itu baiknya kita lakukan baik waktu sempit  atau waktu lapang. Apalagi ini seorang pemimpin, tidak ada alasan untuk tidak bersedekah tiap hari. Banyak fadilah tentang sedekah ini, tapi di sini penulis batasi yang berhubungan dengan judul opini saja.

Jika pemimpin itu dermawan, maka akan disenangi oleh rakyatnya, dan sebaliknya jika pemimpin itu pelit, maka akan dibenci oleh rakyatnya.

Kelima, shalat duha. Manfaat shalat duha banyak diantaranya adalah mendatangkan rejeki, menyehatkan jantung, ginjal dan melancarkan peredaran darah. Saat seorang salat duha, udara yang ia rasakan masih segar dan bebas dari polusi. Tak hanya udara segar, tubuh akan menggerakkan semua otot yang masih kaku agar peredaran darah menjadi lebih lancar dan badan terasa segar.

Rasulullah bersabda,“Setiap pagi, ruas anggota tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Amar ma’ruf adalah sedekah, nahi mungkar adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan shalat duha dua rakaat,” (HR Muslim)

Jika pemimpin banyak rejeki itu bagus, dia bisa bersedekah dan membantu rakyatnya. Apalagi sudah kaya dan sehat walafiat, maka akan menambah produktivitasnya. Jika pemimpin itu kaya, tapi sakit-sakitan, ya pemimpin ini tidak bisa produktif dan tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik.

Keenam, selalu jaga wudu. Pemimpin yang selalu jaga wudu insyaAllah selalu dijaga oleh Malaikat, sehingga setan sulit menggodanya. Pemimpin yang selalu jaga wudu juga terjaga dari berbuat neko-neko, misal genit dengan sekretarisnya. Bukankah ada pemimpin yang wafat dalam keadaan maksiat di atas perut pelacur.

Ketujuh, selalu berdzikir (istighfar). Dengan berdzikir hati jadi tenang, dengan beristighfar dosa kita diampuni oleh Allah, meski dosa kita segunung. Seorang pemimpin yang suka berdzikir setiap saat, maka akan memutuskan sesuatu peraturan yang membawa maslahat bagi umat.

Bukan peraturan atau UU yang membuat rakyat resah, gelisah, dan menyengsarakan rakyat, sehingga rakyat sampai turun ke jalan untuk demo menuntut keadilan.

Selamat menyambut kelahiran manusia paling mulia yaitu Nabi Muhammad SAW, semoga para pemimpin (dari pak RT, RW, Lurak/Kades, Camat, Bupati/Walikota, Gubernur dan Presiden) bisa mengamalkan 7 sunnah harian ini dengan baik, Aamiin. Jayalah Indonesiaku. (*)