BOGOR TODAY – Pada umumnya budidaya atau ternak ayam bisanya hanya untuk dikonsumsi atau jadi ayam ‘aduan’. Berbeda dengan Andi Habibi pemilik peternakan budidaya ayam Shamo yang beralamat di Padurenan RT 07/03 Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong. Menurut Andi, ayam Shamo adalah jenis ayam yang berukuran besar, bulunya indah dan posturnya yang gagah sekaligus mempunyai nilai seni tersendiri.

“Ayam Shamo ini berasal dari Jepang kemudian dikembangkan dibeberapa negara. Ayam Shamo ini memiliki ciri diantara berukuran besar, tak jarang banyak diantara penghobi ayam ini berani merogoh kocek hingga jutaan rupiah”, jelas Andi, Jumat (6/11/2020).

Dengan begitu, salah satu keuntungan beternak ayam Shamo, kata Andi yang juga sekaligus ketua komunitas Ayam Shamo Hias Indonesia, adalah mempunyai peluang bisnis yang menjanjikan dan juga di negara asalnya yaitu Jepang, dagingnya
dipercaya sebagai obat untuk berbagai jenis penyakit.

“Alhamdulillah saya sudah membuka beberapa cabang di Seluruh Indonesia dalam menjalankan bisnis peternakan ini,” tuturnya.

Bermula dari beternak ayam bangkok, lanjut Andi. Ia memulai bisnisnya dengan menabung lalu mendatangkan ayam shamo dari Luar negeri (Import). Alasannya karena ayam bangkok sering dijadikan aduan dengan harapan para pecinta ayam tetap dapat menjalankan hobinya tanpa menjadikan peliharaannya hanya sekedar ayam aduan.

“Selain itu, berbisnis ayam shamo ini merupakan ayam yang memiliki harga jual diatas rata-rata dibanding ayam jenis lainnya,” akunya.

Tak hanya beternak ayam shamo, Andi juga beternak ayam lainnya seperti ayam Brazil, ayam Aseel, Pakistan dan Ayam Thailand yang masih berdarah Import. (B. Supriyadi)