BOGOR TODAY – Wali Kota Bogor Bima Arya bersama Komite Olahraaga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor akan memikirkan kesejahteraan para atlet asal kota hujan dimasa mendatang dengan memberikan peluang usaha ataupun pekerjaan.

Dijajaran pengurus KONI Kota Bogor juga ada wajah baru dari wakil rakyat yang ikut terlibat dikepengurusan KONI Kota Bogor priode 2020-2025. Ada nama H. Zenal Abidin sebagai Wakil Sekretaris KONI Kota Bogor dan Hj. R. Laniasari sebagai Wakil Bidang Kesejahteraan.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, ada beberapa agenda untuk dicapai oleh KONI Kota Bogor priode 2020-2024, pertama tiga besar di Porda mendatang, kedua bersama-sama Pemkot Bogor mewujudkan kampung atlet di Kayu Manis dan ketiga bersama-sama mendorong Kota Bogor menjadi kota olah raga atau sport tourism. Banyak sekali programnya disitu dan diminta KONI menjadi bagian disitu.

“Karena tagline prestasi untuk kehidupan bukan sekedar berkompetisi di Porda tetapi olah raga harus menunjang PAD,” ungkap Bima usai Pelantikan KONI di GOR Padjadjaran, Minggu (15/11/2020) sore.

Lanjut Bima, untuk kesejahteraan atlet Kota Bogor kedepannya, dirinya tidak hanya akan menyalurkan atlet-atlet ke tempat-tempat pekerjaan kantor tetapi bagaimana memberikan ruang bagi atlet untuk berkarya di banyak tempat. Bisa menjadi enterpreneur, wirausaha, aktif di komunitas dan tidak semua harus di BUMD atau perusahaan.

“Kami coba kolaborasi dengan KONI Kota Bogor untuk membina atlet-atlet ini. Mereka juga punya cita-citanya masing-masing belum tentu semua ingin ke Perumda Tirta Pakuan, Perumda PPJ. Tidak sesempit itu lah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Bogor, M. Benninu Argoebie mengatakan, Kota Bogor punya Peraturan Wali Kota (Perwali) untuk bonus tetapi peraturan yang lebih luas pihaknya belum punya yaitu Perda. UU SKN dan Perda di Jawa Barat ada, tetapi banyak di wilayah lain Perda itu normatif, pihaknya ingin membuat Kota Bogor yang memang kota atlet.

“Minimal menjadi the city of martial art karena Kota Bogor memiliki juara-juara dunia di seni beladiri. Diperda ini dijelaskan atlet ini kedepannya bisa hidup, seperti kata pak wali tadi mungkin tidak perlu semua di BUMD, tapi kepada insan olah raga untuk mendapatkan pekerjaan dimasa depannya dijamin. Dimana sektornya saja, termasuk di industri olah raga karena kedepannya industri olah raga menjanjikan. Perda nya sudah masuk inisiatif DPRD komisi IV,” terangnya.

Ditempat yang sama, Wakil Sekretaris KONI Kota Bogor, H. Zenal Abidin mengatakan, dirinya mendukung agar Perda untuk kesejahteraan atlet tersebut rampung agar masa depan atlet Kota Bogor terjamin, jangan sampai ada lagi kasus setelah purna menjadi atlet tidak ada ladang usaha serta pekerjaan.

“Jangan sampai di Kota Bogor ada yang seperti itu, karena bisa dilihat kualitas atlet Kota Bogor bisa memenangkan diajang pentas dunia. Mudah-mudahan teman-teman di DPRD Kota Bogor mendukung Perda untuk kesejahteraan atlet,” tutur Zenal yang juga Anggota DPRD Kota Bogor dari Fraksi Gerindra.

Zenal menambahkan, sehingga dengan adanya support pemerintah dan KONI Kota Bogor kepada para atlet Kota Bogor, target Raihan menjadi bisa didapatkan lebih banyak. Karena atlet akan lebih fokus.

“Ya, targetnya Porda 2022 Kota Bogor meraih 90 mendali emas, karena itu saya yakin. Berkaca dari Porda sebelumnya Kota Bogor mentargetkan 45 emas yang dirasa tidak mungkin, tetapi ternyata mampu membawa pulang 57 mendali emas. Karena itu saya optimis,” pungkasnya. (Heri)