E. Bambang Somantri, Penggiat Budaya

Oleh : E. Bambang Somantri (Penggiat Budaya)

Membangun manusia Indonesia seutuhnya, memerlukan keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan nonfisik. Pendiri Republik ini juga sudah mengisyaratkan tentang perlunya nation and character building.

Demikian pula kata-kata bijak itu; bahwa dengan agama hidup menjadi berguna dan terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah. Karena itulah kesenian sudah seharusnya disikapi dengan semestinya serta dipahami dengan sewajarnya, sebagaimana posisi agama dan ilmu.

Bahwasanya melestarikan, mengembangkan dan memelihara kesenian bukan semata-mata tugas pemerintah. Peranan masyarakat sudah selayaknya dilibatkan sejak tahap perancangan, tahap pelaksanaan hingga tahap penilaian.

Pemerintah dan masyarakat perlu berjalan seiring dan saling melengkapi sehingga kesenian betul-betul dapat diperlakukan sebagaimana yang menjadi kebutuhan kalangan seniman, pekerja seni dan seluruh pihak yang terkait dengan kesenian, bahkan juga masyarakat penikmat kesenian.

Oleh karenanya pemerintah perlu didampingi oleh sebuah lembaga yang bertindak sebagai pemikir dan konseptor strategi kebijakan dalam pembinaan dan pengembangan kesenian, diluar institusi yang berada dalam hirarki pemerintah sendiri.

Kabupaten  Bogor dengan penduduk lebih dari 6 juta jiwa merupakan kabupaten terpadat di Indonesia, merupakan asset terbesar sebagai modal untuk berkembangnya sumber daya yang bisa bersaing di era Milenial saat ini.

Kebutuhan akan seni dan berekspresi saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, terlihat dari besarnya masyarakat mengekspresikan melalui media social, seperti Vlog, tiktok, Youtube dan sebagainya. Pada intinya semua itu merupakan hiburan yang membuat kita merasa senang.

Namun penyaluran bakat dan kemampuan dalam mengekspresikan diri kadang terkendala oleh kurangnya apresiasi dari pemerintah karena tidak ada wadah yang dapat menyalurkan minat dan bakat tersebut. Dalam kerangka seperti itulah Dewan Kesenian Kabupaten Bogor harus hadir untuk menjembatani katifitas tersebut.

Lembaga ini merupakan mitra kerja Pemerintah khususnya di Kabupaten Bogor yang bertugas ikut merumuskan arah kebijakan guna mendukung pembangunan dalam bidang pengembangan kesenian yang tercermin dalam bentuk kegiatan seni yang terdiri dari para seniman, budayawan dan pemikir seni.

Karena dalam lingkup Dewan Kesenian harus bisa merngkul semua elemen seni diantaranya, seni sastra, seni Tari, seni rupa (perupa dan pelukis) Seni Musik konvensional (band, marawis, Gambus dll) maupun Tradisional (tarawangsa, karinding calempung), lingkung seni (topeng, Kliningan, Wayang golek, Reog, dll.)

Di Kabupaten Bogor sangat kaya akan kesenian dan kebudayaan, maka dari itu potensi besar untuk dapat dikembangkan menuju Kabupaten Bogor sebagai sport City and Tourism sebagai cita cita Panca Karsa Bupati Bogor saat ini. Tentunya perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat yang dapat menguatkan jati diri sebagai orang Bogor dan menjadi tuan rumah dinegeri sendiri. (*)