Walikota Bogor Bima Arya sedang meninjau eks Gedung DPRD Kota Bogor

BOGOR TODAY – Wali Kota Bogor Bima Arya berencana akan membuatkan kantor Satgas Covid-19 di bekas Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Menurut Bima, sejauh ini kantor khusus untuk Satgas Covid-19 belum ada, sehingga eks gedung DPRD menjadi alternatif untuk dijadikan kantor Satgas dan rencananya akan diisi mulai minggu depan.

“Tadi kita semua memutuskan bahwa nantinya kegiatan Satgas Covid-19 di sini (eks gedung DPRD, red) dan kita akan rapikan secepatnya, sehingga minggu depan sudah terisi,” kata Bima kepada usai rapat bersama tim Satgas Covid-19 di Eks Gedung DPRD Kota Bogor, Kamis (26/11/2020).

Di sisi lain, Bima menjelaskan bahwa kasus Covid-19 di Kota Bogor masih belum aman dan masih berstatus orange. Selain itu, ketersediaan tempat tidur di RSUD Kota Bogor nyaris terisi semua oleh pasien Covid-19, sehingga kondisinya sedikit darurat.

“Kondisinya memang sedikit agak darurat, karena ketersediaan tempat tidur nyaris maksimal angkanya sudah diatas ambang batas. Ketersediaan tempat tidur di RSUD dari kapasitas 120 kamar sekarang sudah terisi 107. Jadi sudah 80,3 persen dan ini tertinggi,” jelas Bima yang juga menjabat Ketua Satgas Covid-19 di Kota Bogor.

Dalam menangani kasus tersebut, lanjut Bima, tentu pemkot harus melakukan langkah-langkah, yang pertama yaitu memperkuat tim surveillannce, supaya tidak ada yang kontak erat yang lolos, karena yang lolos inilah yang banyak menularkan covid.

“Tim surveillannce sedang dilakukan rekrutmen oleh Dinas Kesehatan, ada sekitar 67 yang akan bekerja di sini semuanya, memonitor melacak semua melalui telepon,” ujarnya.

Langkah berikutnya, yakni menambah tempat tidur di RSUD dan akan dimaksimalkan. “Kita akan tambah lagi mungkin bisa menambah mencapai 134 tempat tidur,” katanya.

Bukan itu saja, pihaknya juga sedang menjajaki salah satu rumah sakit di Kota Bogor yang nantinya akan difungsikan sebagai rumah sakit yang khusus menangani Covid-19.

“Untuk rumah sakitnya belum bisa kita sebutkan karena kita masih melakukan komunikasi dengan rumah sakit tersebut,” tandasnya. (Heri)