BOGOR TODAY – Ratusan warga Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor mendapat bantuan sosial tunai (BST) tahap 8 sebesar Rp 300 ribu dari Kementerian Sosial (Kemensos), Jumat (20/11/2020).

Pendistribusian BST yang berlangsung di kantor kelurahan itu berjalan lancar, bahkan pihak kelurahan menerapkan penyaluran BST secara jadwal.

Lurah Pamoyanan, Ali Firdaus Abdul Kadir mengatakan, penyaluran BST di Pamoyanan itu dilakukan dengan cara dijadwal. Tujuannya, untuk mencegah kerumuman warga dan juga mencegah penularan Covid-19.

“Sebelumnya kami mendapat informasi dari kantor POS bahwa BST dari Kemensos untuk Pamoyanan akan disalurkan hari ini, dan kami langsung menyusun jadwal, kemudian kami juga menyampaikan ke para pengurus RT, RW agar masyarakat yang mendapat bantuan itu datang ke kantor kelurahan sesuai jadwal,” kata Ali kepada Bogor Today.

Ali menjelaskan bahwa penyaluran BST ini dimulai sejak pukul 08.00 WIB, dimana setiap satu jam sekali sesuai jadwal masyarakat penerima manfaat dari 14 RW ini datang ke kelurahan secara bergantian.

“Untuk prosesnya pun kita tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni 3 M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, serta mengecek suhu tubuh. Jadi, kalau tidak mematuhi 3 M terutama penggunaan masker kami minta untuk memakainya,” jelasnya.

Di tahap 8 ini, kata Ali, ada penambahan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yakni sebanyak 673 KK. “Tahap I sampai III itu nominalnya Rp 600 ribu, sedangkan tahap 4 sampai 8 nominalnya Rp 300 ribu. Dengan dikurangi nominal dari pemerintah itu tujuanya untuk mengcover masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, sehingga yang tadinya hanya 200 sekian sekarang menjadi 673 KPM,” paparnya.

Dirinya juga mengaku selama BST berlangsung dari tahap I sampai 8 ini tidak pernah ada laporan warga terkait adanya pemotongan, yang ia terima adalah masyarakat yang mendapat bantuan tersebut kemudian mereka berbagi dengan tetangganya yang betul-betul membutuhkan, dan itu pun dengan kesadaran sendiri tanpa ada paksaan.

“Artinya, jiwa sosial di wilayah kami sangat tinggi, karena mereka mau berbagi dengan tetangganya, dan kami berharap bantuan dari kemensos ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya, untuk kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya. (Heri)