BOGOR TODAY – Lima kandidat calon direksi Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tinggal menunggu diumumkan oleh Walikota Bogor Bima Arya. Siapa saja tiga direksi terpilih yang akan memimpin perusahaan ‘Dewa Air’ di Kota Bogor, saat ini semuanya dalam posisi menunggu.

Namun demikian, lima calon direksi seperti, Ardani Yusuf, Dicky Budhi Purnama, Nasrul Zahar, Rino Indira G dan Rivelino Rizky mengaku sepakat, bahwa siapapun yang nanti terpilih menjadi direksi, semuanya akan tetap solid dan kompak.

“Kami semua dari internal Perumda Tirta Pakuan. Semuanya sepakat bahwa proses ini tidak akan merubah kesolidan dan kekompakan yang sudah terbangun selama ini,” ungkap salah satu calon direksi, Nasrul Zahar, Senin (23/11/2020).

Karyawan yang meraih prestasi sebagai karyawan teladan PDAM ini menekankan, siapapun nanti yang terpilih tetap harus menjaga kondusifitas.

“Jadi kembali lagi siapa yang terpilih istilahnya sudah menjadi rizkinya sudah garisan tangan itu juga merupakan pilihan terbaik dari yang baik,” ujarnya.

Untuk terus menjaga kekompakan, lanjut Nazrul, baik yang mengikuti kompetisi pemilihan direksi ataupun yang tidak mengikuti pemilihan sam sama terus menjaga keguyuban.

“Walaupun ada saja, saya mendukung ini, saya mendukung ini, tapi pada akhirnya nanti teman-teman semua antar bagian dan lintas bagian punya satu tujuan untuk kemajuan PDAM,” katanya.

Senada ditambahkan Rino Indira yang saat ini menjabat sebagai Dirum, kompetisi atau pemilihan direksi ini merupakan calon calon terbaik dari internal. Semuanya memiliki keahlian dan kemampuan yang menggerakan kemajuan perusahaan hingga saat ini. “Tetap kompak dan bekerja seperti biasa, karena semua calon dari internal,” ujarnya.

Sementara, Dirtek Perumda PDAM Tirta Pakuan Ade Syaban menyampaikan hal yang sama. Pihaknya percaya bahwa kebersamaan dan kekompakan antar calon direksi maupun antar karyawan di masa pemilihan direksi dan ketika sudah pemilihan akan tetap terjaga.

Sementara itu terkait target PDAM selepas kepemimpinanannya nanti, Ade menargetkan beberapa program.

“Kita punya bisnis plan yang akan dilaksanakan, bahkan sekarang pun kita lagi nyusun RKAP, yang jelas kita sepakat dan harapan dari Pak Wali dan masyarakat Bogor adalah peningkatan pelayanan, karena masih ada daerah-daerah yang dialiri air selama 24 jam, masih ada wilayah wilayah yang airnya masih keruh,” jelasnya.

Ade mengatakan, Perumda Tirta Pakuan baru nyusun RKAP bahwa prioritas  sesuai bisnis plan kedepan.

“Pertama kehilangan iar masih relatif tinggi yaitu 30 persen,.berarti kehilangan air kita harus kuta turunkan karena dengan kehilangan air turun akan mensave kapasitas produksi,” katanya.

Selanjutnya adalah pelayanan yamg sudah mencapai 92 persen tetapi karena jumlahnya turun lima persen jadi 76 persen.

“Tapi kalau kabupaten posisinya masih di atas 81 persen, kita masih punya kewajiban untuk melayani masyarakat hampir sekitar 15 persen lebih, tahun depan kita sudah menganggarkan sekitar 10 ribu pelanggan ini sesuai dengan bisnis plan,” katanya.

Program lainnya adalah pihaknya akan melakukan penambahan pasokan air bersih dengan menggarkan anggaran dari ptogram.bantuan di Palasari sekitar 50 liter perdetik.

“Sekarang kita lagi pembebasan lahan di kabandungan, kita beli tanah dan sekarang lagi pendampingam dengan kejaksaan, jadi kedepan ada dua pembebasan lahan di Kabandungan. Untuk penambahan kapasitas selain itu untuk meningkatkan pendapatan, jadi  garis besarnya menuruni kebocoran, menambah kapasitas dan menambah cakupan,” katanya. (Heri)