BOGOR TODAY – Kasus dugaan upaya menghalangi-halangi tugas Satgas Covid-19 dalam meminta keterangan hasil swab test Habib Rizieq Shihab (HRS) di RS Ummi Bogor beberapa waktu lalu, terus dikembangkan pihak kepolisian Polresta Bogor Kota.

Bahkan, tiga dokter yang sempat merawat HRS di RS Ummi akan di panggil polisi untuk dimintai keterangan. Hal ini, diungkapkan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser kepada wartawan usai konferensi pers pengungkapan kasus narkoba di Mako Polresta Kota Bogor, Rabu (2/12/2020).

Hendri mengatakan, bahwa hari ini pihaknya akan memanggil tiga dokter RS Ummi. Ketiga dokter tersebut merupakan dokter yang sempat merawat HRS.

“Untuk hari ini ada tiga orang dokter yang kita panggil yang merawat pada saat itu. Kiita bisa nambah ini karenakan hasil penanganan yang kita gali terus bertambah, tiga orang dokter tersebut dari RS Ummi,” kata Hendri.

Pemanggilan ini, lanjut Hendri, terkait tindakan menghalangi-halangi Satgas Covid-19 Kota Bogor ketika menanyakan hasil swab tes yang dilakukan HRS pada Jum’at, pekan lalu.

Selain pemanggilan terhadap tiga dokter RS Ummi, pihaknya pun mengaku sudah memanggil beberapa pihak lainnya, seperti kepala dinas kesehatan dan juga satpam RS Ummi.

“Kemarin kita sudah panggil kepala dinas kesehatan, kita menanyakan bagaimana sih protap rumah sakit yang diberi rujukan dan SOP di rumah sakit seperti apa, kerja sama satgas dengan rumah sakit ummi seperti apa, kemudian kita juga kemarin panggil sekuriti dan menanyakan apakah benar ada pasien atas nama HRS,” ujarnya.

Terkait pemanggilan ini pun, kata Hendri, bukan hanya pihak RS Ummi saja, melainkan dirinya pun sama dipanggil. Hal itu, karena dirinya bagian dari Satgas Covid-19, yakni sebagai wakil ketua satgas covid.

“Walikota sudah di panggil, termasuk saya juga sudah di panggil karena saya kan bagian dari satgas sebagai wakil ketua satgas Covid-19 Kota Bogor bersama Dandim 0606. Satgas ini bentukan negara, semua forkopimda terlibat di situ, ketuanya walikota dan wakilnya saya dengan dandim 0606, karena ini berkaitan dengan penularan wabah,” pungkasnya. (Heri)