BOGOR TODAY – Pasca ditahannya Imam Besar Front Pembela Islam (IB HRS) Habib Muhammad Habie Rizieq Shihab beberapa waktu lalu, membuat para pengikut maupun simpatisan HRS meradang. Sejumlah aksi pun digelar di depan Mapolsek di seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Bogor.

Menghindari aksi semakin meluas dan menimbulkan kerumunan, Bupati Bogor, Ade Yasin, meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, melakukan langkah persuasif kepada massa yang protes atas penahanan HRS oleh Mabes Polri.

Baca Juga :  Produksi Minuman Keras, Sebuah Rumah di Cileungsi Digerebek Polisi

Ade menyebut agar para camat berkoordinasi dengan MUI dan tokoh masyarakat setempat. “Tak perlu berbondong-bondong jika hanya untuk menyampaikan aspirasi, cukup hanya beberapa perwakilan saja. Karena yang penting kan tersampaikan pesannya,” kata Politisi PPP itu, belum lama ini.

Sementara, Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri menilai bahwa rentetan dinamika keagamaan yang belakangan terjadi merupakan ujian besar bagi umat Islam. Dirinya berharap situasi tersebut bisa segera berlalu.

“Yang namanya ujian itu jelas kita mesti lolos dan lulus agar kita punya nilai di ujian keimanan dan keikhlasan ini,” terangnya.

Baca Juga :  Bau Busuk Agenda Kecurangan Tercium, Muscam PK KNPI Nanggung Ricuh

Ditempat yang sama, Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy menyarankan agar massa FPI yang melakukan aksi di kantor polisi untuk menempuh jalur hukum, yakni dengan mengajukan praperadilan.

“Kita kan negara hukum, ada aturannya, ada jalur hukum, kalau tidak puas terhadap proses hukum, silahkan mengajukan praperadilan, kan sudah ada ranahnya semua,” tegas Roland.
(B. Supriyadi)