BOGOR TODAY – Bupati Bogor Ade Yasin ingin segera memaksimalkan Pusat Isolasi Covid-19 di Wisma Cibogo, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, yang sudah diresmikan pada 19 November 2020 lalu.

Ade mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang meminta untuk melakukan isolasi mandiri, padahal situasi rumah pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

“Saya minta ini segera diaktifkan, ini kan sudah jadi dan sudah siap juga untuk dioperasikan. Contoh kamar mandi hanya satu, atau kamarnya tidak bisa sendiri, nah ini berbahaya jadi satu orang bisa menularkan keseluruh keluarga,” katanya, Senin (25/1/2021).

Demi mengurangi penularan Covid-19, dirinya mengimbau bagi para pasien OTG yang rumahnya tidak memenuhi syarat untuk melakukan isolasi mandiri agar segera membawa pasien ke wisma Cibogo, dikarenakan okupansi ruang rawat inap pasien covid-19 di Rumah sakit sudah mencapai 86 persen.

“Semuanya sudah lengkap fasilitas untuk pasien yang positif tapi tidak bergejala, dan ini banyak di masyarakat. Kebutuhannya juga sudah ditanggung oleh pemerintah, karena ini kan covid, jadi hukum yang paling tinggi adalah kesehatan masyarakat jadi kita harus menyediakan kebutuhannya seperti makan, minum dan peralatan mandi. Mudah-mudahan ini bisa mengurangi penularan,” paparnya.

Ia mengatakan, soal terkendalanya Pusat Pasien Covid yang belum dioprasikan sampai saat ini. Dinas Kesehatan masih terkendala oleh relawan yang masih belum memenuhi persyaratan untuk bisa bekerja sebagai tenaga kesehatan, sebab resiko penularan covid-19 yang semakin tinggi.

“Memang masih banyak juga yang takut, dan rekrutment relawan ini yang terganjal dan lambat,” ujarnya.

Mengenai resiko terpaparnya covid-19, Ade Yasin menyangkal bisa berkurang ketika disediakan APD yang lengkap dan jika disediakan ruangan terpisah bagi para Tenaga Kesehatan.

Demi mengantisipasi kurangnya tenaga kesehatan, Pemkab Bogor akan meminta bantuan sejumlah nakes kepada Batalyon Kesehatan (Yonkes) 1/Kostrad. Menurutnya, saat ini kapasitas pusat isolasi covid-19 di wisma Cibogo berkisar 60 blok yang berbeda antara pasien laki-laki dan perempuan atau untuk pasien Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Minimal kita mesti mempunyai 4 Dokter dan 8 perawat untuk bisa bersiaga selama 14 hari dengan menunggu secara bergantian. Diperuntukan dan diutamakan juga kepada warga Bogor Selatan, tetapi kalau memang di wilayah penuh bisa juga dari mana saja,”pungkasnya. (Adit)