BOGOR TODAY – Anggota DPR RI Fraksi PDIP, Diah Pitaloka bersama Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim melakukan penanaman pohon dan tebar benih ikan di Sungai Ciliwung, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (10/1/2021).

Disamping itu, Ia pun melihat dan menilai kondisi sungai Ciliwung saat ini sudah krodit karena banyak tumpukan-tumpukan sampah dan juga terdapat beberapa titik rawan bencana longsor.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk serius menangani permasalahan sungai Ciliwung, misalnya memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, kemudian ada langkah-langkah antisipasi bencana longsor seperti membuat bronjong diarea bantaran sungai.

“Saya melihat di pinggir-pinggirnya itu banyak pemukiman, kemudian kalau di musim hujan debit air nya tinggi, jadi saya kira perlu adanya langkah serius dari pemda, misalnya infrastrukturnya dibenahi dengan memasang bronjong misalnya, supaya bisa mengantisipasi bencana longsor, kemudian warganya pun perlu diberi pemahaman supaya tidak membuang sampah ke sungai,” kata Diah, usai menanam pohon di bantaran sungai Ciliwung.

Selain itu, lanjut Diah, bendung Katulampa juga kini usianya sudah tua sehingga perlu adanya revitalisasi. “Kita juga ingin Bendungan Katulampa ini kan sudah tua, nah itu harus di revitalisasi,” ujarnya.

Diah menjelaskan, bahwa tanam pohon dan tebar benih ikan di sungai Ciliwung ini bagian dari rangkaian HUT PDI Perjuangan ke 48, dimana temanya itu Sungai merupakan jalan peradaban.

“Menjaga Ciliwung ini salah satu ide yang luar biasa dari ketua umum kita ibu Megawati Soekarnoputri yang menengahkan kembali kepada para kader untuk menjaga alam dan lingkungan, karena Ciliwung ini sumber kehidupan untuk Bogor dan sekitarnya dan juga DKI Jakarta, yang dulu pusat kebudayaan dari zaman kerajaan Pajajaran ibukota Pakuan di Bogor sampai ke Jakarta sebagai sumber lalu lintas transportasi sekaligus membangun peradaban, perdagangan, dan kita sangat konsentrasi kearah sana,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, berdasarkan informasi dari Walikota Bogor yang beberapa waktu lalu melakukan ekspedisi menyusur sungai Ciliwung memang kondisinya luar biasa dan sangat serius. Maka dari itu, pemkot mempunyai program Ciliwung bersih dimana sepanjang Ciliwung ada 13 kelurahan yang terlintasi dan sudah diberikan treatment.

“Treatment yang pertama adalah 13 kelurahan ini mempunyai septik tank, sehingga kebiasaan warga buang hajat ke sungai sekarang tidak lagi sekarang di filter di satu sistem,” katanya.

Kemudian yang kedua, menciptakan beberapa kampung wisata kampung tematik agar masyarakat punya kepedulian tinggi sehingga tidak ada lagi perilaku buang sampah ke sungai. “Dari situ karena ada kampung tematik ada kampung yang mereka rancang agar wisatawan datang maka kesadaran tentang bagaimana mengelola sampah menjadi penting buat kita,” ujarnya.

Bukan itu saja, Dedie juga menyampaikan bahwa permasalahan Ciliwung itu bukan hanya tanggung jawab Pemkot Bogor saja, tetapi merupakan tanggung jawab bersama, terlebih daerah-daerah yang dilintasi Ciliwung, seperti Kabupaten Bogor, Kota Depok dan DKI Jakarta.

“Dari beberapa laporan walikota kepada gubernur Jabar dan Presiden, memang perlu ada program bersama sehingga ujung-ujungnya menjadi sungai Ciliwung bisa dimanfaatkan menjadi sumber air baku, kalau kualitasnya semakin baik maka bisa menjadi sumber air minum,” tuturnya.

Dedie juga menanggapi apa yang sudah dilakukan PDIP yang merayakan HUT ke 48 dengan menanam pohon dan tebar benih ikan di sungai Ciliwung ini sangat sejalan dengan langkah-langkah yang diambil pemerintah daerah bahwa memang kepedulian terhadap lingkungan ini di tengah pandemi ini sangat relevan

“Kalau ini kita lakukan bersama-sama maka penanganan Ciliwung ini bisa kita atasi. Jadi kita dukung ini dan saya pikir ini sejalan dalam melakukan langkah praktis penanganan Ciliwung,” tutupnya. (Heri)