BOGOR TODAY – Awal 2021, sebagian daerah di Indonesia dilanda bencana, mulai dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air pada 9 Januari, kemudian di hari yang sama terjadi bencana longsor di Sumedang Jawa Barat.

Selain itu, banjir di Kalimantan pada 14 Januari dan satu hari berselang gempa bumi terjadi di Sulawesi Barat tepatnya di Kabupaten Mamuju dan Majene, serta bencana gunung Semeru Jawa Timur meletus pada 16 Januari 2021.

Melihat fenomena alam yang saat ini curah hujan dengan intensitas tinggi maka tidak menutup kemungkinan bencana tersebut mengintai daerah-daerah lain, tak terkecuali Kota Bogor, Jawa Barat.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim pun mengimbau kepada masyarakat untuk waspada, terlebih bagi masyarakat yang berada di bantaran kali dan juga bantaran tebing.

Dedie mengatakan, cuaca di Kota Bogor memang sangat berpotensi untuk bencana alam, baik itu longsor maupun banjir. Hal itu, karena dilihat dari kontur dan juga kondisi wilayah yang ada di Kota Bogor. Untuk itu, dirinya menyampaikan bahwa semuanya harus siap menghadapi bencana.

“Saya mengimbau kepada mereka (masyarakat, red) yang bertempat tinggal di bantaran sungai yang terjal, di tebing, kemudian juga mereka yang berada di sisi sungai atau saluran kali untuk waspada, kemudian juga memitigasi melakukan mapping, kira-kira seberapa besar resiko bencana yang akan dihadapi apabila curah hujan yang tinggi atau curah hujan tingkat yang sangat maksimal di Kota Bogor ini,” kata Dedie, Senin (18/1/2021).

Ia pun mengungkapkan, terkait penanganan bencana tim dari BPBD Kota Bogor sudah siap, termasuk juga dengan tim Tagana yang ada, yang sudah terlatih juga.

Kendati demikian, kata Dedie, permasalahan disini bukan hanya kesiapan dari BPBD saja, melainkan warganya, terlebih mereka yang memiliki risiko tinggi terhadap bencana yang tentunya harus memwaspadai akan bencana, dan bila perlu dapat menghindari bencana sejak dini.

“BPBD kita sudah siap, teman-teman BPBD ini bekerja sama dengan Tagana sudah terlatih ya. Jadi kalau untuk menghadapi bencana insyallah kita siap, tetapi kan juga masyarakat yang punya resiko tinggi terhadap bencana harus mewaspadai diri, mempersiapkan diri yang kemudian menghindarkan dari bencana,” tandasnya. (Heri)