BOGOR TODAY – 11 hari sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di ruas jalan GOR Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor mulai dikeluhkan Pedagang Kaki Lima (PKL), terlebih bagi mereka yang kerap membuka lapak dagangannya pada malam hari.

Sebagian besar, mereka menyebut bahwa pendapatan yang diperoleh menurun drastis lantaran Jalan tempat mereka mengais rezeki dibuat mati suri. Selain itu mereka pun tidak mengetahui jika ruas jalan menuju GOR Pakansari bakal ditutup.

“Harusnya kan kalau mau ada penutupan ada himbauan atau surat untuk tidak berjualan. Tapi ini kan tidak, tiba-tiba jalan ditutup,” keluh Hendra penjual pisang, belum lama ini.

Ayah dari enam anak tersebut juga menyebut bahwa seharusnya pemerintah memikirkan nasib pedagang kecil yang mengantungkan hidup dengan berjualan di pusat keramaian seperti jalan GOR Pakansari ini.

“Gak ada yang beli lah sepi begini. Jangankan keuntungan, cukup buat makan sehari-hari saja sudah syukur. Saya ini anaknya enam, paling besar SMK jadi bingung ini mau bagaimana,” ketusnya.

Dilokasi yang sama, Ashar Abidin yang berprofesi sebagai juru parkir menggangap kebijakan PPKM dinilai tak adil. Pasalnya peraturan itu menjegal rezeki para pedagang kecil yang mengais rupiah pada malam hari.

“Penutupan ini seakan-akan hanya berlaku sore sampai malam, bukan untuk pagi. Justru pagi atau siang itu lebih ramai lagi dan jelas itu mengundang orang pada berkerumun. Kalau memang ini untuk mengurangi penyebaran Corona lebih baik 24 jam ditutup,” tutur Ashar.

Disisi lain, Ashar juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap pedagang yang terkena imbas peraturan yang dinilai tak tegas. “Saya kasihan saja sama mereka (PKL). Mereka kan punya keluarga yang harus diberikan nafkah, kecuali jika pemerintah menyediakan tempat pengganti untuk mereka berjualan,” tutupnya. (B. Supriyadi/Affa MG)