Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan & Guru Sekolah Pesat)

Pengertian usia berbeda dengan umur, jika usia bermakna waktu hidup yang telah ditempuh semenjak lahir sampai sekarang, sedangkan umur bermakna sisa waktu hidup kita.

Mengapa usia menunjukkan perilaku kita, karena ada seseorang yang perilakunya tidak sesuai dengan usianya, biasanya terjadi untuk usia tua, tapi kelakuannya seperti anak muda.

Penyanyi Anggun C Sasmi menyebutkan dalam syair lagunya, tua-tua keladi, semakin tua semakin menjadi-jadi, terutama kelakuan yang tidak bermanfaat bahkan maksiat. Naudzubillah Min Dzalik. Banyak yang mengklasifikasi usia manusia, tapi menurut penulis usia dibagi menjadi:

Pertama, usia balita (dibawah lima tahun). Ciri-ciri usia ini ialah anak 100 % hidupnya masih bergantung pada orang tuanya. Pada usia ini juga anak balita sangat rawan dengan sakit.

Kedua, usia anak-anak (anak usia TK-SD). Ciri-ciri usia ini adalah suka bermain dan meniru apa yang mereka lihat. Maka mereka suka tokoh Superman, Ipin-Ipin, Spiderman.

Ketiga, usia remaja (anak SMP). Ciri-ciri usia ini adalah mulai puber, mulai tertarik lawan jenis dan mencari jati diri. Ciri lain usia ini juga lalai dan pemalas, karena jika melakukan sesuatu kewajiban, mereka harus disuruh-suruh dulu baru mau melakukan.

Keempat, usia dewasa (anak SMA/K-Mahasiswa). Ciri-ciri usia ini adalah mementingkan penampilan, bingung antara kerja dan kuliah, bingung kuliah jurusan apa, tapi secara umum sudah mandiri.

Kelima, usia produktif (mulai kerja-39 tahun). Ciri-ciri usia ini adalah pekerja yang produktif, mengejar dan cinta dunia, semangat meraih prestasi, karier dan jabatan.
Keenam, usia peringatan dan mapan (40-49 tahun).

Disebut usia peringatan, karena di usia ini kesehatan dan fisik mulai berkurang/menurun. Dan disebut usia mapan, karena semakin pengalaman hidup sehingga matang pribadinya. Nabi Muhammad SAW menjadi Rosul sewaktu usia 40 tahun.

Ciri-ciri usia ini adalah mulai senang dan taat beribadah. Usia ini sangat menentukan perjalanan hidup, apakah kita mau jadi orang biasa-biasa saja, ahli maksiat ataupun beriman.

Perhatikan terjemahan Firman Allah “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).

Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS Al Ahqaaf ayat 15).

Ketujuh, usia persiapan kematian (usia 50-59 tahun). Ciri-ciri usia ini adalah lebih mementingkan kehidupan akhirat dari pada dunia. Berusaha untuk umrah/haji jika belum melaksanakan.

Kedelapan, usia menunggu kematian (usia 60-63 tahun). Ciri-ciri usia ini semakin istiqomah dalam beribadah dan sudah siap jika sewaktu-waktu wafat.

Kesembilan, usia bonus (lebih dari 63 tahun). Mengapa patokannya usia 63 tahun, karena Rosul SAW wafat pada usia 63 tahun. Ciri-ciri usia ini adalah lebih banyak mengingat kematian, bersyukur dan bahkan untuk orang-orang tertentu sudah rindu ingin berjumpa dengan Allah.

Itulah usia manusia, anda termasuk yang mana dan apakah sudah sesuai dengan ciri-ciri usia tersebut, jika sudah alhamdulillah, tapi jika belum masih ada waktu untuk memperbaiki diri dan belajar, serta tidak ada kata terlambat. Jayalah Indonesiaku. (*)