BOGOR TODAY – Pemerintah Kota Bogor, hari ini kembali menerapkan peraturan Ganjil Genap di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Petugas gabungan TNI-Polri, Satpol PP dan Dishub Kota Bogor pun bersiaga di sejumlah titik pintu masuk ke Kota Bogor, termasuk di kawasan Tugu Kujang.

Di tanggal genap ini, kendaraan yang boleh melintas di Kota Bogor hanya bernomor polisi (nopol) genap, sehingga kendaraan bernopol ganjil terpaksa di putar balik oleh petugas, seperti halnya terjadi di Jalan Pajajaran tepatnya di Pos Checkpoint, Tugu Kujang.

Di lokasi tersebut, terpantau masih banyak kendaraan bernopol ganjil yang kedapatan melintas di kawasan Tugu Kujang. Akibatnya, para pelanggar diminta untuk putar balik, serta diberi sanksi berupa sanksi denda administratif dan sanksi sosial.

Kepala Bidang Trantibum dan Linmas Satpol PP Kota Bogor, Andry Sinar Wahyudianto mengatakan, penerapan ganjil-genap yang dilakukan hari ini pada dasarnya sama dengan ganjil-genap minggu lalu, dimana di sejumlah titik pintu masuk diberlakukan penyekatan dan juga checkpoint.

“Jadi sama ya dengan minggu lalu, ada 5 pos sekat dan 6 pos checkpoint. Hanya saja untuk ganjil genap sekarang dimulainya pukul 09.00 WIB pagi sampai pukul 18.00 WIB. Kemudian kita dari Satpol PP menerjunkan 100 personel, ditambah petugas dari TNI, Polri dan Dishub,” kata Andry Sinar Wahyudianto kepada Bogor Today, di lokasi, Sabtu (20/2/2021).

Pria yang sebelumnya pernah menjabat Lurah di Kota Bogor ini menuturkan, jumlah pelanggar ganjil genap di pos Tugu Kujang tercatat ada 604 orang, 3 diantaranya diberi sanksi denda administratif dan 9 diberi sanksi sosial.

“Untuk total dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ada 604 pelanggar, 3 kita beri sanksi denda dan 9 sanksi sosial. Sedangkan sisanya 592 kita putar balik, karena mereka tujuannya tidak jelas,” ujarnya.

Kata Andry, para pelanggar ini didominasi kendaraan berplat F Bogor, kemudian ada juga dari luar Bogor seperti Jakarta, namun jumlahnya tidak signifikan. “Tadi juga kami menanyakan kartu Identitas (KTP) dan keperluannya apa, dan jika keperluannya tidak mendesak, terpaksa kita suruh untuk putar balik,” jelasnya.

Lanjut Andry, penerapan ganjil genap ini bertujuan untuk menekan atau mengurangi mobilitas yang sering terjadi di akhir pekan. “Ini bagian upaya kita untuk menekan angka Covid- 19, dan selama ganjil genap diberlakukan hasilnya mampu mengurangi mobilitas warga sekaligus mampu menurunkan jumlah angka positif Covid-19 di Kota Bogor,” pungkasnya. (Heri)