BOGOR TODAY – Walaupun masih dalam kondisi pandemi, tidak menyurutkan semangat PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Kompleks Pabrik Citeureup dan Kampung Ramah Lingkungan (KRL) Sawargi Sadaya 45 (SS45) untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 dengan melakukan edukasi sampah secara daring kepada masyarakat melalui webinar yang bertajuk “Kelas Daur Ulang”. Sebagai percontohan, dalam webinar tersebut Indocement mengangkat program pengelolaan sampah di salah satu desa mitra Indocement, Kampung Cigeger, Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

“Pengelolaan sampah di Kampung Cigeger yang digerakkan KRL SS45 merupakan salah satu program unggulan Indocement dalam hal perberdayaan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat memiliki pengetahuan dasar dan pemahaman akan peraturan perundang-undangan pengelolaan lingkungan serta tata cara pengelolaan sampah skala rumah tangga melalui bank sampah,” papar CSRS Division Manager PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Gadang Wardono.

Edukasi pengelolaan sampah dalam webinar ini disampaikan dalam 4 sesi pertemuan yang berbeda dimulai sejak 21 dan 28 Februari kemudian 7 dan 14 Maret 2021. Nara sumber webinar diisi oleh Ade Iman Muslimin dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Bambang Nugroho Yulianto dari CSR Indocement, Kholid Samsurrizal dari P4M Indocement, Virgowati Mitra DLH Kabupaten Bogor, dan M. ArifRahmat Master Mentor SIGAP UMKM.

“Materi edukasi pengelolaan sampah yakni tentang, peraturan perundang-undangan pengelolaan lingkungan, teknik penanganan limbah lingkungan melalui bank sampah, teknik pembuatan kompos skala rumah tangga, teknik daur ulang sampah non organic dan strategi penjualan hasil pengolahan limbah,” kata dia.

Selain diberikan materi diatas, peserta webinar juga diajak untuk tur secara virtual ke area Unit Pengelolaan Kebersihan (UPK) SS45 dan kebun anggur di KRL SS45. Dengan demikian peserta dapat melihat via daring bagaimana praktek pengelolaan sampah yang telah dilakukan di UPK SS45 dan juga hasil budidaya anggur yang dikembangkan oleh KRL SS45.

“Peserta yang mengikuti webinar ini berasal dari berbagai kalangan dan tingkatan umur, mulai dari masyarakat umum, pelajar, Karang Taruna, serta pemerhati ataupun praktisi yang peduli terhadap lingkungan yang diseleksi secara terbatas sebanyak 20 peserta setiap sesi,” ujarnya.

Indocement sangat mendukung kegiatan lingkungan yang ada di desa mitra Indocement. Agar dapat menciptakan lingkungan yang bersih dari sampah tentunya butuh kerjakeras dan partisipasi aktif dari setiap warga.

“Perlu dibangun adanya rasa peduli dan tanggungjawab terhadap sampah yang dihasilkan oleh masing-masing individu melalui berbagai sosialisasi, salah satunya kelas daur ulang yang dilakukan oleh Indocement ini,” ucap Gadang.

Dia menambahkan, Indocement mengajak perusahaan lain untuk kedepannya dapat ikut serta mendukung kegiatan pengelolaan sampah yang ada di masyarakat sekitar, sehingga lingkungan yang bersih dari sampah dapat tercipta dan turut menggerakkan sirkular ekonomi di masyarakat setempat. (Iman R Hakim / *)