BOGOR TODAY – Berangkat dari keinginan untuk membantu menyediakan makanan sehat berupa sayuran dan buah-buahan, warga RW15 Perumahan Tamansari Persada, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor membuka lahan tidur milik warga seluas 3.200 meter persegi untuk dijadikan lahan pertanian dengan menanam berbagai jenis sayuran, bibit buah-buahan, tanaman hias hingga budiaya ikan jenis Nila.

“Jadi kita mulai menanam sayuran organik yang sederhana yaitu, kangung, bayam, pakcoy, selada dan lain-lain. Pupuknya pun kami hanya memanfaatkan pupuk kandang dan kotoran dari budidaya ikan. Jadi lebih aman dan sehat untuk dikonsumsi. Kemudian kita memulai sedikit demi sedikit diperkenalkan kepada warga sekitar saja, dan alhamdulilah responnya bagus,” Kata Ferdy salah satu pengelola Persada Farm, Kamis (11/2/2021).

Bisnis yang telah dijalani selama kurang lebih empat tahun tersebut, kini telah dikenal oleh masyarakat Bogor, bahkan saat ini dirinya mengaku sudah bisa melayani masyarakat di delapan perumahan yang ada di Bogor, yakni perumahan Bogor Country, Bogor Raya
Permai, Bukit Cimanggu, Taman Yasmin dan lainnya.

“Saat memasuki masa pandemi, karena ada kebijakan tetap di rumah, kami fikir permintaan bakal menurun tapi ternyata semakin tinggi dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya sehingga kami memperluas lagi lahan tanam agar dapat memenuhi kebutuhan mereka,”ucapnya.

Tak hanya menyediakan sayuran organik. Persada Farm juga memfasilitasi masyarakat maupun peserta didik atau siswa-siswi untuk mengisi waktunya dengan belajar bercocok
tanam. Sehingga, bisa menjadi sarana edukasi.

Sebelum pandemi, sambung Ferdy di lahan tersebut sempat disediakan area untuk kegiatan outbond bagi anak-anak, juga mengajarkan bagaimana cara bercocok tanam yang baik hingga memanen serta disediakan juga sayuran yang siap santap, sekaligus memberikan edukasi agar bagaimana mereka dapat menyukai sayuran.

“Setelah mereka belajar di sini, selain ilmu yang didapat juga kami berikan sayuran kepada mereka yang telah berkunjung ke tempat ini. Untuk omzet belum begitu tinggi terbilang jutaan rupiah,” tambah Ferdy.

Sementara, pengelola lainnya Ahmad Fauzi menambahkan, selain menanam sayur organik, Persada Farm juga memproduksi bibit tanaman yang dimulai akhir tahun 2020 lalu. Bibit yang diproduksi meliputi tanaman buah, tanaman hias serta tanaman herbal.

Untuk bibit tanaman buah, Persada Farm lebih fokus kepada tanaman buah yang masih jarang ditemukan di pasaran wilayah Bogor dan sekitarnya, seperti berbagai jenis anggur impor, aneka mangga introduksi, markisah madu Taiwan, sawo Meksiko (Mamey sapote), pir, apel dan lainnya. Akan tetapi bibit buah yang umum dijumpai seperti aneka jeruk, rambutan, jambu dan lain-lain juga tersedia di Persada Farm.

Bagi kaum hawa yang ingin mempercantik halaman rumahnya, Persada Farm juga menyediakan aneka jenis tanaman hias dan bunga. Mulai dari aglaonema, caladium, Alocasia, Anthurium, philodendron, bunga mandevila, bunga morning glory dan banyak jenis lainnya.

“Permintaan pasar yang saat ini banyak diminati salah satunya adalah tanaman herbal jenis mint. Daun mint konon katanya dibutuhkan di tengah pandemi untuk meningkatkan imun tubuh. Bibit Alpukat juga menjadi salah satu tanaman yang penjualannya termasuk paling banyak, karena trend berkebun alpukat saat ini sedang tinggi. Markisa madu Taiwan juga menjadi salah satu primadona saat ini, karena selain masih baru masuk ke Indonesia, juga mempunyai citarasa manis yang sangat disukai,” tutur Fauzi.

“Aglaonema, caladium serta Alocasia juga menjadi tanaman yang banyak penjualan nya saat ini, tambah Fauzi.

Untuk sarana pendukung berkebun di halaman rumah, sambungnya, Persada Farm juga menyediakan berbagai jenis pupuk (organik dan an organik), obat-obatan tanaman hingga media tanam hasil produksi sendiri.

“Saat ini Persada Farm selain memasarkan melalui warga, kami juga bermitra dengan beberapa penjual bibit tanaman serta memanfaatkan media sosial Instagram dan Facebook. Nanti bisa dilihat di Instagram @persada_farm_bogor dan fanpage Facebook persadafarm,” tutup Fauzi. (B. Supriyadi)