BOGOR TODAY – Pengurus cabang Nahdlatul Ulama PCNU Kota Bogor melakukan pertemuan dengan Rabithah Alawiyah yang dipimpin Habib Bagir Syahab di Kantor PCNU Kota Bogor pada Senin (1/3/2021).

Dalam agenda itu Tokoh Agama Kyai dari PCNU bertemu dengan Habaib untuk membahas berbagai agenda memperkuat nilai keislaman dalam Bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi sosial kemasyarakatan menjalin hubungan dengan berbagai organisasi keislaman lainnya seperti Rabithah Alawiyah organisasi keislaman yang menghimpun WNI keturunan Nabi Muhammad dari jalur Alawi.

Ketua Rois Syuriah PCNU Kota Bogor KH Mustofa ABN mengungkapkan hubungan ini sebagai upaya adanya persamaan visi untuk mensyiarkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Nusantara.

NU sebagai organisasi yang berdiri pada 31 Januari 1926, merupakan saudara tua dari Rabithah Alawiyah. Perkumpulan yang awalnya bernama “Arrabitatoel Alawijah itu”, baru muncul pada penghujung 1927.

Kemudian mendapatkan legalitas dari Pemerintah Hindia Belanda pada 27 Desember 1928 dengan nama Rabithah Alawiyah.
” Kita terus menjalin persaudaraan dengan semua umat Islam khususnya dengan Rabithah Alawiyah yang merupakan Keturunan Nabi Muhammad dari jalur Alawi.” Ungkapnya.

Upaya untuk saling menjalin silahturahmi itu penting agar menghindari provokator yang bisa memecah belah kerukunan antar umat Islam khususnya di Bogor.

Selanjutnya kedua organisasi bernafaskan Islam itu sepakat merancang program edukasi sejarah Islam di Bogor sehingga bisa menjadi warisan bagi anak cucu generasi mendatang dengan menghasilkan buku agama Sejarah Islam di Bogor. (Heri)