BOGOR TODAY – Anggota komisi III Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Andi Permana soroti soal banjir yang menerjang kawasan Jalan Edi Yoso Martadipura atau kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor yang terjadi pada Minggu (28/2/2021) lalu.

Andi menilai proyek pelebaran pejalan kaki atau pedestrian yang menghubungkan Stadion Pakansari dengan jalan Komplek Pemkab yang dikerjakan PT Vanca Utama Perkasa dengan anggaran senilai Rp23,8 miliar tersebut gagal perencanaan.

Menurut dia, sebelum proyek tersebut rampung dirinya telah meninjau dari segi perencanaan pengawasan dan ditemukan adanya perubahan desain yang dianggap janggal lantaran antara pedestrian yang dibangun lebih rendah jalan, hingga saluran drainase yang kurang baik.

“Saya sudah duga dari awal, ketika curah hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi banjir di kawasan itu,” tutur Ketua Fraksi Partai Gerindra itu kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

Dengan demikian, pihaknya menyayangkan anggaran yang fantastis dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 tersebut tidak seimbang dengan apa yang semula direncanakan.

Sehingga dirinya menegaskan bakal meminta dinas terkait dan konsultan perencana untuk dapat mempertanggungjawabkan proyek ambisius Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Saya katakan dengan tegas, kami akan memanggil dinas terkait dan konsultan perencana untuk rapat di kantor DPRD Kabupaten Bogor,” tuntasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, Soebiantoro menepis soal adanya temuan dugaan adanya gagal perencanaan dalam proyek pedestrian sepanjang 832 meter itu.

Bibin, sapaan akrabnya menyebut penyebab meluapnya air dari gorong-gorong tersebut pemicunya adalah sampah yang berasal dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang kerap mangkal di kawasan tersebut.

“Bukan karena gorong-gorong terlalu kecil, tapi itu tersumbat oleh sampah-sampah dari PKL masuk ke gorong-gorong. Untuk sampah saya akan koordinasikan dengan dinas lain ya,” kilahnya. (B. Supriyadi)