BOGOR TODAY – Gapensi Kabupaten Bogor mengaku merasakan dampak yang luar biasa di masa pandemi ini, dimana pihaknya mengalami penurunan pendapatan proyek pekerjaan terutama dari pemerintah hingga 60 persen.

“Pandemi ini membuat para pengusaha menjerit, bagaimana tidak sekarang yang kami kerjakan turun hingga 60 persen,” kata Enday usai acara silaturahmi dan diskusi Badan Pengurus Cabang Gapensi di Aula Rapat Bank Jabar Banten (BJB) Kabupaten Bogor, Kamis (4/3/2021).

Penurunan tersebut tak terlepas dari banyaknya proyek infrastruktur yang digeser atau direfocusing oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk kepentingan penanganan Covid-19.

Kata Enday, kondisi saat ini sangat sulit untuk dipecahkan. Sebab, tak hanya pengusaha, tapi semua lapisan juga terdampak akibat Pandemi Covid-19.

“Tak sedikit di antara kami yang harus mengorbankan para karyawan dengan memutus kerjakan karyawannya. Kondisi sekarang tidak normal, sehingga hal itu dilakukan,” ungkap Enday.

Namun demikian, dia mengaku jika Kabupaten Bogor merupakan salah satu wilayah yang tidak terlalu parah melakukan pergeseran atau refocusing anggaran infrastruktur.

Sebab, visi misi kepala daerah di Kabupaten Bogor untuk pembangunan infrastruktur dan perbaikan, tak lepas begitu saja. Beberapa di antaranya masih dikerjakan dan dianggarkan.

“Kami masih bisa melaksanakan beberapa pekerjaan meski tidak seperti sebelumnya. Tapi setidaknya masih ada harapan,” jelas Enday.

Dengan tidak maksimalnya pekerjaan yang masuk, Enday mengaku tengah mendekatkan semua anggotanya satu sama lain. Agar tidak terjadi kecemburuan sosial di dalam tubuh Gapensi. Sebab, kata dia, semua bekerja sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

“Cara kami menjaga kondusifitas di dalam internal kami, ya salah satunya dengan ini, dengan acara silaturahmi dan diskusi ini. Ini upaya kami untuk tetap menjaga kesolidan, meski pandemi berdampak sangat besar,” pungkansya. (Iman R Hakim)