BOGOR TODAY – Pipa jaringan air bersih milik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor terpaksa harus dipindahkan lantaran terkena proyek double track Kereta Api jurusan Sukabumi-Bogor.

Direktur Teknik Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardhani Yusuf mengatakan, pemindahan pipa jaringan ini dibebankan ke pihak pengelola proyek, karena memang sudah tanggung jawab mereka.

Lanjut Ardhani, pipa jaringan yang dipindahkan itu jalur double track dari Ciomas Kabupaten Bogor ke arah Paledang Kota Bogor.

“Kalau double track yang jalur utama itu alhamdulillah gak kena, tapi yang dari Ciomas ke arah Paledang ada beberapa yang harus dipindahkan dan juga harus di potong. Yang memindahkan dibebankan kepada mereka, biayanya kurang lebih Rp 400-500 dan alhamdulillah ditanggung oleh mereka,” kata Ardhani di gedung DPRD Kota Bogor.

Menurut dia, pemindahan pipa jaringan tersebut tidak berpengaruh terhadap suplai air. “Engga berpengaruh sama sekali, karena itu hanya pemindahan saja, karenakan ada beberapa jalur pipa dimana yang harus kita geserkan. Pemindahan ini karena terkena double track, jadi harus dialihkan karena ada beberapa pelanggan yang kena nantinya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan untuk double track ini sebetulnya ada beberapa lokasi yang kena, tapi pihaknya sudah ada kesepakatan dengan pihak pelaksana dan mereka yang mengalihkannya. “Artinya sudah ada kesepakatan bahwa sekarang sudah dalam pelaksanaan pemindahan, ada 6 titik. Itu kalau tidak salah di sesi dua, saya perlu lihat lagi,” jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, ada juga beberapa permintaan akses, termasuk yang di wilayah Ciherang Pondok, Caringin. Namun hal ini masih ada beberapa pembicaraan.

“Tentunya kita berdasarkan MoU harus memenuhi standar pengamanan terhadap kita, itu masih ada beberapa pembicaraan tapi ada yang terkait di wilayah Ciherang Pondok itu sudah melaksanakan untuk jembatan juga mereka sudah ada kerjasama dengan kita,” pungkasnya. (Heri)