JAKARTA TODAY – Enam terduga teroris yang tergabung dalam kelompok kajian vila mutiara ditangkap Datasemen Khusus (Densus) 88. Keenam terduga teroris tersebut diduga berkaitan dengan aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan beberapa pekan lalu.

Baca jugaPolisi Temukan Atribut FPI Saat Penggeledahan Rumah Terduga Teroris di Condet

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono menyebut enam terduga teroris itu berinisial J, D, MS, S alias AL, W dan S. Namun pihaknya, belum mengetahui secara rinci sejauh mana keterlibatan mereka dengan aki teror yang dilakukan oleh pasangan suami istri berinisial L dan YSF itu.

Baca Juga :  Camping Ground Lembah Pinus, Camping Asik di Ketinggian 1030 Mdpl

Baca juga : Densus 88 Anti Teror Gerebeg Rumah Terduga Teroris, Barang Bukti Diledakan Dilokasi

“Semuanya ditangkap hari ini, Selasa (13/4/2021) di wilayah Makassar. Hanya saja, terduga teroris berinisial D merupakan pihak yang ditangkap di wilayah Kabupaten Gowa,” kata Rusdi dalam keterangan tertulisnya.

Untuk saling berkomunikasi, sambung Rusdi para terduga teroris itu membuat grup WhatsApp dengan nama Batalyon Iman terkait dengan persiapan aksi teror dan memperaktikan bagaimana membuat bahan peledak.

Baca Juga :  Terpesona Kecantikan Wanita, Pria di Depok Malah Kena Tipu

Baca juga : Terungkap, Ini Identitas Terduga Teroris yang Tewas Saat Baku Tembak

Untuk diketahui, aksi teror muncul pada Maret lalu di Gereja Katedral dan Markas Besar (Mabes) Polri.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa setidaknya sudah ada sekitar 60 terduga teroris yang ditangkap oleh kepolisian sejauh ini. 30 Diantaranya, berkaitan dengan bom Makassar. (CNN/B. Supriyadi).