BOGOR TODAY – Ketua Ranting Nahdhatul Ulama (NU) Rangga Mekar, Ahmad Yusup bersama jajaran menyambangi kantor Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Ahmad Yusup mengatakan, kedatangannya itu untuk bersilaturahmi sekaligus memperkenalkan pengurus ranting NU yang baru dibentuknya kepada Lurah Rangga Mekar.

Baca Juga : NU Kota Bogor Dukung Perwali No 13 Tentang PNS Pakai Sarung

Baca Juga : Milad Sebagai Ajang Silaturahmi dan Mengaji

“Ini memang sesuai apa yang sudah kita agendakan yaitu bersilaturahmi dengan pimpinan kebijakan yang ada di wilayah yaitu Lurah Rangga Mekar, kang Jaelani. Alhamdulillah, kedatangan kami diterima dengan baik,” katanya kepada Bogor Today.

Selain bersilaturahmi, lanjut Yusup, pihaknya juga menyampaikan sejumlah program kerja yang nantinya dapat di sinergikan dengan pemerintah yang ada di wilayah, termasuk program-program kegiatan selama bulan Ramadhan.

“Kita menyadari tahun ini masih berada di masa pandami sehingga kegiatan-kegiatan keagamaan tentunya terbatas dan kita akan mematuhinya, termasuk penerapan protokol kesehatan. Makanya kami berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pak lurah,” lanjutnya.

Sementara Lurah Rangga Mekar, Achmad Jaelani mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pengurus NU ini. Menurutnya, memang seharusnya pengurus itu berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah, supaya apa yang akan dijalankan dapat bersinergi, agar kedepannya tidak menyalahi aturan yang berlaku.

Baca Juga : Fatayat NU Kampanyekan Safety Riding Bareng DPRD dan Polresta

“Saya selaku lurah tentunya berterimakasih karena sudah dikunjungi tamu dari NU. Ini suatu kehormatan bagi kami dan semoga ke depan kita bisa bersinergi demi kemaslahatan umat, khususnya yang ada di Kelurahan Rangga Mekar ini,” ucapnya.

Meski begitu, dirinya juga mengingatkan setiap menjalankan program tentunya harus mematuhi peraturan pemerintah, terutama dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Kami mendukung program NU ini, tapi kami juga berpesan untuk mematuhi protokol kesehatan, karena saat ini kita masih berada di masa pandemi COVID-19. Jadi jangan sampai ada klaster baru,” ungkapnya. (Heri)