Oleh : Heru B Setyawan (Guru Senior SMA Pesat School Of Talent)

Pasukan penjajah Israel itu bukannya pasukan yang hebat yang selalu menang dalam perang. Terbukti sudah 2x penjajah Israel ini keok dalam perang, yaitu pertama pada tahun 2006 oleh pasukan Hizbullah Lebanon. Dan yang ke dua sekarang tahun 2021, pasukan penjajah Israel KO oleh pasukan Hamas Palestina.

Tapi dasar penjajah Israel, mereka sombong tidak mau mengakui kekalahannya. Saat keok dengan Hizbullah mereka bilang, mundur, begitu berita media mainstream yang mendukung penjajah Israel. Sekarang waktu keok dengan Hamas, berita media mainstream bilang Israel minta genjatan senjata. Dan inilah hikmah kemenangan Hamas terhadap Israel:

Baca Juga : HARI KEBANGKITAN NASIONAL DALAM 2 VERSI 

Pertama, kita semakin bertambah iman dan percaya bahwa Al Qur’an itu Kitab Suci ciptaan Allah yang diwahyukan lewat Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. Jauh sebelum peristiwa itu terjadi ternyata Kitab Suci Al Qur’an sudah memberitahukan perang Palestina dengan Israel.

Dikutip dari Hatta Syamsuddin, Lc. Fakta-fakta yang telah digambarkan Al-Qur’an, dan sekarang terjadi begitu nyata di Palestina. Adanya Yahudi (Israel) yang sadis dan bengis terhadap orang muslim, serta senantiasa melanggar perjanjian Allah SWT.

Terjemahan Surat Al Maidah Ayat 82,“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik”.

Baca Juga : EINSTEIN SAJA ANTI ISRAEL, KAMU YANG NKRI KOK PRO ISRAEL 

Tentara penjajah Israel itu tidak layak disebut tentara, karena jika tentara itu musuhnya ya tentara. Tapi tentara penjajah Israel, beraninya sama anak-anak, wanita dan orang tua. Mereka takut perang darat dengan pasukan Hamas yang terkenal berani mati syahid. Dan terbukti banyak korban adalah anak-anak, wanita dan orang tua.

Kedua, adanya kaum muslimin yang terusir dan terbunuh di Palestina karena keyakinan mereka berislam. “(yaitu) orang-orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena mereka berkata: Tuhan kami hanyalah Allah.” (QS Haj 40).

Al-Quran begitu jelas menggambarkan fakta adanya orang-orang yang terusir dan teraniaya hanya karena mereka teguh memegang aqidah mereka. Penderitaan penduduk Palestina sejak 1948 adalah bukti nyata Al Qur’an di atas. Mereka teguh dengan agama mereka, yakin dengan kemuliaan Islam, karenanya mereka tidak rela Masjid Al-Aqsho dikuasai Israel.

Baca Juga : SAATNYA PENJAJAH ISRAEL HENGKANG DARI PALESTINA 

Ketiga, ada kelompok yang senantiasa mengusung jihad untuk menegakkan kalimatullah tanpa ragu dan gentar. Allah SWT berfirman :“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur.

Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya)” (QS Al Ahzab 23).Hari ini tidak bisa dipungkiri bahwa Hamas bukti nyata Al-Qur’an tersebut.

Keempat, Islam kuat jika umat Islam bersatu dan ini yang terjadi di Palestina saat ini. Semua fraksi politik dan militer bersatu, baik Hamas, Fatah, Jihad Islami, dan Saraya Al quds .Bahkan terakhir umat Kristen Palestina dan Yahudi Ortodoks Palestina juga pro Pasukan Hamas. Inilah kekuatan yang sangat ditakuti oleh Israel.

Kelima, Allah membuka para pengkhianat NKRI, karena banyak yang ngaku cinta NKRI tapi justru membela penjajah Israel. Padahal sudah jelas di Pembukaan UUD NKRI tahun 1945 bahwa bangsa Indonesia anti penjajahan. Inilah isi Pembukaan UUD NKRI Tahun 1945:

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.”

Baca Juga : KESUCIAN IDUL FITRI UNTUK KEBERKAHAN NKRI 

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.”

“Atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia”

“Yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat”

Baca Juga : AWAS PENUMPANG GELAP PUASA RAMADHAN 

“Dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Dan masih banyak hikmah yang lain, tapi penulis batasi sampai di sini saja, Jayalah Indonesiaku. (*)