Dua Rumah Kontrakan di Tasikmalaya di Gerebeg BNN

TASIKMALAYA TODAY – Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebeg dua rumah kontrakan di Perumahan Bumi Resik Indah, Cipedes, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021) yang dijadikan sebagai produksi obat terlarang jenis Y dan LL.

Dilansir detik.com, Kapolresta Tasikmalaya, AKBP Doni Hermawan menyebut pelaku berjumlah enam orang yang saat itu para pelaku tengah bersiap memproduksi obat keras.

Baca juga : Tanggul Jebol, 159 Rumah Terendam Banjir di Bandung

“Pelaku berjumlah enam orang. Dari enam tersangka itu, mereka mampu memproduksi 200 ribu butir obat terlarang dalam empat hari,” ujar Doni, seperti dikutip detik.com, Sabtu (21/6/2021).

Baca Juga :  Oknum Anggota Dewan Tutup Akses Tempat Penghafal Al-quran

Polisi mengamankan Y, sebagai pelaku utama. Y merupakan pemilik pabrik serta operator mesin produksi. Sedangkan, lima pelaku lainnya yakni AS, ABP, IS, SU DAN S berperan sebagai peracik pengedar hingga kurir.

Baca juga : Paket Berisi Narkotika Disita Bea Cukai Bogor

Dari dua rumah kontrakan tersebut, petugas berhasil menyita 700 ribu butir obat keras siap edar lengkap dengan bahan baku serta mesin produksi.

Kepada Polisi, pelaku mengaku akan mengedarkan barang haram tersebut ke tiga wilayah, yakni Bandung, Surabaya dan Jakarta.

Baca Juga :  Warga Depok Temukan Limbah Medis Jarum Suntik Tercecer

Baca juga : Enam Bandar Narkotika Diringkus BNN Kabupaten Bogor

Sementara, Kepala BNN Kota Tasikmalaya,
Tuteng Budiman mengatakan pelaku mengedarkan pil dengan bahan dasar campuran alkohol, laktisa dan perekat melalui jasa pengiriman serta dititip melalui bus angkutan umum.

“Sebetulnya, aktifitas para pelaku ini sudah dalam pengawasan BNN selama lima bulan,” tutur Tuteng.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan pasal 196 juntco pasal 197 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.
(Ern/dtk/B.Supriyadi).